7 Tips Instagram Ads untuk Tingkatkan Penjualan

May 12, 2022

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan penjualan adalah dengan beriklan di Instagram Ads

Namun sayangnya, beriklan di Instagram itu gampang-gampang susah. Kalau tidak tahu triknya, yang ada iklan boncos terus. Apalagi kalau dilakukan secara terus-terusan, bisa-bisa gulung tikar.

Kita sendiri tahu bahwa Instagram memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif, bersaing dengan Twitter dan TikTok, menjadi salah satu media sosial terbesar di dunia. 

Hasil survei Ipsos dengan Facebook pun menunjukkan bahwa sebanyak 54 persen pengguna Instagram melakukan pembelian tepat setelah melihat produk-produk yang muncul di feed mereka atau langsung di akun resmi brand.

Itu artinya, berjualan di Instagram sangatlah menguntungkan brand. Dan berarti, letak masalahnya ada pada bagaimana kita dalam running ads

Mari kita intip trik Instagram Ads agar penjualan bisa meningkat.

1. Gunakan motion graphic

Instagram ads
Photo by Giulia May on Unsplash

Sering melihat konten ads dengan format motion graphic atau video? Apa perasaan Anda saat melihat konten tersebut? Apakah ingin menontonnya sampai selesai?

Saat ini, sudah banyak brand yang beriklan menggunakan konten motion graphic. Menurut penemuan Databox, konten motion graphic ads bisa mendapatkan jumlah klik lebih banyak dari biasanya. 

Kalau kata Kineta Kelsall dari Jellyfish, konten ads seperti ini harus memuat motion yang sesuai dengan alur ceritanya. Jangan sampai, motion tidak sesuai dengan isi iklan dan menjemukan audiens.

“Konten motion graphic ads bisa menggugah emosi audiens, bahkan membuat mereka kagum dengan brand.”

– Kineta Kelsall 

Arahkan tim Anda untuk memperbanyak konten ads dengan format motion graphic. Anda juga bisa menghubungi Increasink untuk mendapatkannya dalam kualitas tinggi.

2. Maksimalkan bagian intro video ads

Tidak cuma Anda, sebagian besar orang terbiasa membuka aplikasi Instagram lalu scroll feed sampai mereka merasa bosan. Lihat konten sampai habis pun kalau isinya menarik. Kalau tidak? Skip.  

“Lalu, bagaimana caranya agar audiens mau lihat konten kita sampai habis?”

Buatlah intro semenarik mungkin. Manfaatkan dua hingga tiga detik pertama untuk menarik perhatian audiens

Ciptakan beberapa opening sequence untuk satu konten uji coba. Trial and error konten tersebut selama sehari, dan lihatlah intro mana dengan performa terbaik. 

Jadikan itu sebagai opening sequence konten, dan running ads lah sampai waktu yang diinginkan.

“Bagaimana cara tahu opening sequence punya performa yang baik atau tidak?”

Lakukanlah analisis terhadap matrik Instagram. Mulai dari click-through rate (CTR), bounce rate, hingga jumlah tayangan konten. Anda bisa mendapatkan data ketiga matrik tersebut dari Instagram Insight.

3. Buat konten-konten organik dulu sebelum memulai Instagram Ads

Memang, Instagram Ads dapat membantu Anda mendapatkan lebih banyak jangkauan…itu kalau Anda sudah tahu bentuk konten Anda harus seperti apa. Kalau tidak? Yang ada iklan boncos.

Minimal di akun Instagram bisnis Anda sudah ada beberapa konten organik. Anda pun tahu mana dan seperti apa winning content Anda. Akan lebih baik jika akun Anda sudah punya beberapa follower aktif.

Trial and error konten organik Anda terlebih dulu. Baru setelah itu Anda akan tahu seperti apa konten yang disukai follower Anda. Sehingga nantinya konten Ads Anda akan punya performa yang baik.”

– Wendy Margolin, Sparkr Marketing.

Nantinya, konten-konten organik itu bisa Anda gunakan untuk kebutuhan beriklan di masa mendatang. Anda tinggal membuat ulang konten lalu running ads atau langsung saja jalankan ads-nya.

4. Buat Instagram carousel yang langsung ada CTA di awalnya

Instagram Ads
Photo by Jakob Owens on Unsplash

Bicara soal engagement, konten carousel memang tidak perlu diragukan lagi. Pasti selalu menjadi juaranya. 

Hasil studi Social Insider pada 2020 lalu menunjukkan bahwa konten carousel punya engagement paling banyak ketimbang format konten Instagram lainnya: 

Rata-rata konten carousel punya engagement sebesar 1,92 persen!

Apalagi kalau dalam konten ada ‘kata perintah’ atau call to action (CTA) untuk swipe left. Engagement rate meningkat menjadi 2 persen!

Tips biar konten carousel Anda punya engagement rate yang tinggi:

  1. Taruh kalimat CTA di slide pertama, tepatnya di headline konten. Bisa berupa pertanyaan atau ajakan untuk bertindak.
  2. Tambahkan frasa CTA seperti “swipe left”, “next”, dsb di slide pertama.
  3. Gunakan teknik AIDA.

Lho, pada poin ketiga kok ada frasa “teknik AIDA”. Apa itu? 

AIDA sendiri merupakan singkatan dari attention, interest, detail, action. Teknik ini biasa digunakan ketika membuat konten carousel. Tujuannya agar audiens tertarik dan mau melihat konten sampai akhir slide

Teknik ini sendiri tidak bisa sembarang digunakan, lho. Anda harus menyebarkan attention, interest, detail, action di semua slide secara merata dan sesuai dengan tipe kontennya. Salah-salah, engagement rate konten Anda bisa rendah sekali.

Ingin lebih tahu tentang teknik membuat konten carousel? Siapa tahu bisa meningkatkan CTR konten ads-mu! Baca sekarang: Teknik Mudah Membuat Konten Carousel Instagram yang Menarik untuk Dibaca.

5. Kerja sama dengan nano influencer

Sudah banyak kompetitor Anda yang menggunakan influencer dalam konten ads mereka. Jangan mau kalah, kompetisi semakin ketat! Atau tidak, target konsumen Anda sudah keburu betah dengan mereka!

“Instagram merupakan salah satu platform terbaik untuk brand awareness dan marketing. Namun sayangnya, sekarang ini kompetisi sudah semakin ketat. Jika ingin unggul, alangkah baiknya Anda bekerja sama dengan influencer.”

– JP Brosseau, Phoneloops

Kami merekomendasikan Anda untuk menggunakan nano influencer. Kenapa seperti itu? Karena influencer satu ini punya engagement rate yang lebih tinggi ketimbang influencer dengan jumlah follower lebih banyak.

“Tidak harus bekerja sama dengan selebriti. Akan lebih baik jika Anda menggunakan nano influencer. Karena target konsumen Anda merasa lebih relatable dan dekat dengan mereka.”  

– JP Brosseau, Phoneloops

Tips saat bekerja sama dengan nano influencer!

  1. Buat target key performance indicator (KPI) Instagram Ads Anda terlebih dulu. Isinya? Matriks Instagram. 
  2. Tetapkan konversi yang Anda inginkan seperti apa. Apakah mengarah ke landing page pembelian produk atau contact person perusahaan Anda. Supaya konversi Anda bisa terukur dengan baik.

6. Manfaatkan tombol CTA Instagram Ads dengan baik

Tombol CTA Instagram Ads terdiri atas berbagai macam, dan itu semua bermanfaat untuk pembelian produk Anda maupun menghitung CTR konten ads Anda.

Kita ambil contoh sederhana. Ada sebuah brand dating apps bernama Clover. Pada suatu hari, mereka memutuskan untuk running ads untuk mempromosikan aplikasi seluler mereka. 

Sebagai informasi, ads tersebut menargetkan para jomblo berusia 18-35 tahun. Inginnya sih biar aplikasi mereka semakin banyak di-download. 

Tebak, apa strategi Clover? Mereka pakai foto laki-laki dan perempuan jomblo! Dan memakai tombol CTA Instagram Ads berupa “Instal Sekarang”!

…Dan benar saja. Di akhir campaign, Clover mendapatkan aplikasi mereka sudah di-download oleh banyak orang: 

Jumlah pengguna aplikasi mereka meningkat sebanyak 30 persen

New User Acquisition mereka berkurang sebanyak 64 persen.

Jadi, apa kuncinya?

Pastikan Anda memilih tombol CTA Instagram Ads yang mendukung tujuan dan konten ads Anda. 

7. Buat caption yang menarik

Dari tadi kita hanya membahas di sisi konten. Agak kurang rasanya kalau belum membahas di sisi caption.

Andaikan diri Anda membaca buku. Tentu Anda membaca tulisan dari atas sampai bawah. Benar bukan?

Sama halnya dengan melihat konten ads. Audiens Anda akan menilai kualitas konten Anda dari atas hingga caption.

Nah, biasanya, caption yang menarik untuk dibaca adalah caption yang langsung ada CTA-nya. 

Seperti apa caption dengan CTA yang bagus? 

To the point, nyambung dengan isi konten ads, sesuai dengan gaya bahasa audiens, dan bikin mereka mau langsung membeli produk Anda.

Bagaimana cara membuat kalimat CTA yang powerful? Apakah ada contoh CTA yang bisa dipelajari atau dijadikan referensi? Baca sekarang: Apa itu Kalimat Call to Action (CTA), Cara Membuatnya, dan 20+ Contohnya.

Sumber: databox | Jeff Bullas | Propelrr

Share:

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!