Mengenal Strategi Branding dan Contoh-Contoh Suksesnya [PART I]

May 30, 2022

Sebagai business owner, hal pertama yang harus Anda siapkan adalah strategi branding karena sukses atau tidaknya bisnis Anda ditentukan dari implementasinya. Tidak percaya?

Dikutip dari laman MarTech, bisnis dengan strategi branding yang lemah sepanjang sejarahnya terpaksa meningkatkan gaji karyawannya sebesar 10 persen.

Tentu Anda tidak ingin seperti itu bukan?

Mari kita bongkar apa-apa seputar strategi branding, mulai dari definisinya, cara mengimplementasikannya, hingga contoh-contoh suksesnya!

Apa itu strategi branding?

Apa itu Strategi Branding │ Dok. Increasink

Sederhananya, strategi branding adalah guidline yang membantu Anda memahami brand Anda lebih baik dan mengambil sederet langkah untuk membangun hubungan dengan konsumen Anda.

Brand strategy yang well-defined memengaruhi semua aspek dalam brand. Konsumen dan perasaannya serta iklim bisnis yang kompetitif juga ikut terpengaruh.

Apa artinya?

Brand strategy tidak hanya menyangkut soal produk, logo, situs web, atau nama brand Anda.

Brand lebih dari apa yang kita lihat. Ia menyangkut soal perasaan atau persepsi kita terhadapnya yang membedakannya dengan kompetitor.

Apakah ini berarti brand strategy bersifat subjektif?

Betul, tapi bukan berarti tidak ada polanya. Karena mau bagaimanapun, aktivitas unik branding yang dilakukan oleh brand-brand di seluruh dunia memiliki beberapa kesamaan sehingga membentuk pola strategi branding yang bisa kita tiru. 

Berikut beberapa elemen strategi branding yang harus Anda ketahui:

1. Tujuan

Tujuan │ Dok. Increasink

Tujuan brand membantu Anda untuk lebih memahami mengapa brand Anda ada, apa yang membedakannya dengan kompetitor, dan apa saja manfaat yang bisa diberikan kepada konsumen.

Bagaimana cara menetapkan tujuan brand?

  • Fungsional, kesuksesan brand diukur dari seberapa besar keuntungan komersial yang diberikan kepada brand, seperti besar uang yang dihasilkan dan sebagainya.
  • Intensional, kesuksesan brand ditentukan dari kemampuannya menghasilkan uang atau memberikan dampak positif bagi dunia.

Apakah menjadikan besar uang sebagai tujuan brand sudah cukup?

Tidak akan cukup, karena kalau begitu, tidak ada bedanya brand Anda dengan brand lain di industri yang sama. Toh, tujuan Anda dan kompetitor sama: sama-sama meraup keuntungan.

Anda harus membawa gagasan dan ambisi besar sendiri yang membedakan Anda dengan kompetitor.

Caranya?

Brainstorming lagi dengan tim Anda. Jika butuh inspirasi, riset brand idola Anda; lihat bagaimana mereka membingkai visi dan misi brand dalam setiap aktivitas branding mereka. 

2. Konsistensi

Konsistensi │ Dok. Increasink

Kunci sukses branding ada pada konsistensinya, yang itu berarti Anda harus membicarakan apa-apa yang hanya berhubungan dengan brand awarenes dan brand itu sendiri.

Karena dengan begitu, seiring berjalannya waktu, orang-orang akan lebih mengenal dan mudah memahami brand Anda. Konsistensi juga membantu mengubah mereka menjadi konsumen loyal Anda.

Bagaimana cara agar branding bisa konsisten?

Buatlah guideline khusus untuk kegiatan branding Anda. Mulai dari gaya penulisan, perpaduan warna atau desain, sampai bagaimana brand Anda memposisikan diri di hadapan konsumen.

3. Emosi

Emosi │ Dok. Increasink

Konsumen Anda bukanlah manusia yang setiap saat selalu rasional. Kebanyakan dari mereka ingin membeli suatu produk karena ada sisi emosi yang ingin mereka bangkitkan, seperti rasa puas, kebanggaan, kebahagian, dan sebagainya.

Kita ambil contoh sederhana. Katakanlah Anda punya sebuah brand sepeda gunung, dan Anda berharap agar brand Anda dikenal luas bahkan yang pertama kali diingat orang-orang ketika mendengar kata “sepeda gunung”.

Supaya brand Anda bisa seperti itu, Anda pun menciptakan sebuah persepsi di mana pengguna produk Anda akan merasakan sensasi ‘naik kelas’ atau ‘keterhubungan dengan pengguna lainnya’.

Dan benar saja, ketika membicarakan sepeda gunung untuk keperluan hiking rombongan, nama brand Anda yang diingat pertama kali oleh orang-orang. Setelah produk dibeli pun, orang-orang sering membicarakan brand Anda.

Berdasarkan hasil penelitian duo psikolog Roy Baumeister dan Mary Leary, orang-orang memiliki kebutuhan psikologis dasar untuk merasa terhubung dengan orang lain, mendapatkan kepedulian, dan merasa dicintai.

4. Fleksibilitas

Fleksibilitas │ Dok. Increasink

Di zaman yang serba cepat berubah ini, Anda dan tim harus bersikap fleksibel agar aktivitas branding Anda dapat diterima dengan baik oleh target konsumen Anda.

Lho, tadi katanya harus konsisten. Kok sekarang fleksibel?

Jadi begini. Konsistensi membantu Anda untuk tahu apa saja standar yang boleh dan tidak boleh dilewati agar strategi branding tetap berjalan sesuai rencana. 

Sementara fleksibilitas memungkinkan Anda untuk melakukan penyesuaian terhadap strategi branding, tergantung hasil pengaman Anda terhadap pergerakan kompetitor atau tren brand dan branding sekarang ini.

5. Keterlibatan karyawan

Keterlibatan Karyawan │ Dok. Increasink

Anda pasti sering mendengar kata-kata “satpam BCA” atau “pelayanan BCA cepat dan ramah” ‘kan? Dan saat mendengar nama BCA disebutkan, ingatan Anda langsung mengaitkannya dengan berbagai pengalaman positif bukan?

Nah, inilah yang terjadi saat Anda melibatkan karyawan Anda, terutama di bagian customer service: mereka menjadi wajah Anda saat berinteraksi dengan konsumen secara langsung untuk pertama kalinya.

Pelayanan Anda tidak ramah? Orang-orang akan langsung mempertanyakan kredibilitas brand Anda, mau sebagus apa pun produk Anda membantu kehidupan mereka sehari-hari.

Pelayanan Anda bagus? Orang-orang akan langsung jatuh cinta dengan brand Anda, dan menjadikan brand Anda sebagai pilihan pertama saat mereka ingin membeli produk-produk tertentu.

6. Loyalitas

Loyalitas │ Dok. Increasink

Percaya atau tidak, orang-orang yang mencitai brand Anda sangat menantikan kehadiran atau respons dari brand Anda. Mereka adalah orang-orang yang rela untuk me-review produk dan brand Anda tanpa perlu diminta. Tanpa merasa terpaksa.

Orang-orang seperti inilah yang harus Anda pertahankan. Karena dari merekalah nama brand Anda bisa populer dan memberi banyak keuntungan untuk bisnis Anda.

Berilah reward yang pantas mereka terima. Bahkan akan lebih baik jika melampaui ekspektasi mereka. Karena dengan begitu, komunitas Anda akan semakin kuat.

7. Competitive awareness

Competitive Awareness │ Dok. Increasink

Competitive awareness juga menjadi salah satu elemen penting dalam strategi branding Anda.

Karena mau bagaimanapun, seiring bergulirnya zaman, persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Anda dan para kompetitor mengincar konsumen yang sama. Ketinggalan selangkah saja, konsumen sudah keburu betah dengna kompetitor.

Anda harus selalu memantau pergerakan mereka. Amati apa saja taktik mereka, mana saja yang berhasil dan mana saja yang gagal. Baru dari situ, perbarui brand positioning Anda. Ulangi lagi. 

Dengan demikian, elemen strategi branding membantu Anda merumuskan akan seperti apa strategi branding Anda. Ini mesti Anda perhatikan paling pertama karena di sinilah kunci sukses atau tidaknya strategi branding Anda.

Penjelasan lebih lengkap mengenai strategi branding beserta contoh-contohnya akan kami jelaskan di part berikutnya, klik link ini untuk membacanya.
Sumber: flex MR | Hubspot | MarTech

Share:

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!