Mengenal Strategi Branding dan Contoh-Contoh Suksesnya [PART II]

May 30, 2022

Di artikel sebelumnya kita sudah membahas soal elemen strategi branding. Mulai dari tujuan hingga competitive awareness.

Sederhananya, elemen strategi branding dapat memudahkan Anda dalam membuat berbagai strategi branding agar sesuai dengan kondisi di industri saat ini dan rencana brand ke depannya.

Dan sekarang, kita akan kupas satu per satu strategi branding yang dapat digunakan oleh brand Anda.

Apa saja itu? Check it out

1. Crowdsourcing

Crowdsourcing │ Dok. Increasink

Crowdsourcing adalah sebuah metode mengumpulkan gagasan, layanan, atau konten dari sekelompok orang.

Dalam konteks strategi branding, crowdsourcing berguna untuk membentuk brand sesuai dengan perspektif konsumen. Hal ini karena konsumen dibebaskan untuk menyampaikan pendapatnya seputar brand.

Kita ambil contoh sederhana. Suatu ketika, Dewan Riset Lingkungan Nasional di Inggris meminta masyarakat untuk memberi nama kapal penelitian baru mereka, dan sebagian besar orang memilih Boaty McBoatface. Nah, ini secara tidak langsung menunjukkan seperti apa persepsi masyarakat terhadap kapal penelitian tersebut.

2. Attitude branding

Attitude Branding │ Dok. Increasink

Attitude branding adalah sebuah strategi branding di mana konsumen bisa merasa terikat secara emosional hanya dengan mendengar nama brand, tidak lagi sebatas produk dan layanan saja.

Apa dampaknya terhadap brand jika konsumen merasa seperti itu?

Kepribadian brand akan terbentuk. Dan bagi konsumen, brand dan aktivitas brandingnya telah mewakili lifestyle mereka.

Contoh sederhananya ada Nike. Ketika kita mendengar namanya, kita akan langsung terbayang menjadi sesosok atletis nan berkemauan bebas begitu memakai produknya.

3. No-Brand Branding

No-Brand Branding │ Dok. Increasink

Sebenarnya strategi branding ini cukup bertentangan dengan elemen yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya. Namun, ini bisa digunakan oleh Anda yang mengejar keuntungan jangka pendek.  

Kenapa begitu?

Karena sekarang, saat mendengar nama sebuah brand, banyak dari konsumen Anda langsung membayangkan soal produk yang harganya lebih mahal dari pasaran.

Nah, dengan strategi no-brand branding, Anda dapat menciptakan sebuah persepsi di mana brand terasa ‘lebih bersahabat’ namun kualitas produknya tidak kalah dengan brand-brand ternama. 

Brand retail Jepang bernama MUJI dikabarkan berhasil menggunakan strategi ini. Namanya memiliki makna “polos”. Dan benar saja, mereka menjadi salah satu pilihan pertama konsumen ketika ingin membeli produk sehari-hari.

Ketika perusahaan menciptakan produk generik yang dapat dipercaya konsumen, ini menciptakan persaingan ketat dengan rekan-rekan bermerek mereka. Salah satu perusahaan yang berhasil menggunakan taktik ini adalah peritel Jepang MUJI — namanya berarti “polos.”

4. New brand

New Brand │ Dok. Increasink

New brand adalah sebuah sebuah strategi branding di mana Anda mengembangkan produk dan brand baru namun tetap berkaitan dengan brand Anda saat ini.

Strategi ini cocok sekali digunakan saat pamor brand Anda sedang menurun, dan tentu Anda tidak kehilangan pangsa pasar Anda. Atau bisa juga digunakan ketika brand tidak sesuai dengan produk baru.

Contoh sederhananya ada Barclays, sebuah mobile transfer app yang mulanya ditujukan untuk pengguna akun Barclays. Namun, seiring berjalannya waktu, aplikasi Barclays semakin banyak digunakan, bahkan sudah sampai seantero Inggris.

Merespons hal ini, Barclays pun berinisiatif membuat brand baru untuk menangani konsumen yang behaviournya jelas berbeda dengan pengguna Barclays.

5. Product line extension 

Product Line Extension │ Dok. Increasink

Strategi satu ini bisa digunakan ketika Anda ingin memperkenalkan produk baru yang sebenarnya sudah ada sebelumnya, namun Anda ingin konsumen semakin puas dengan brand Anda.

Dan strategi ini baru bisa digunakan ketika brand Anda sudah punya nama dan konsumen loyal yang banyak.

Apakah itu berarti produk akan berubah?

Tidak, produk Anda yang sudah ada tidak akan digantikan. Tapi, hanya dibuat varian baru supaya konsumen semakin mencintai brand Anda.

Contoh nyata dari product line extension adalah produk Coke’s Green Coca-Cola. Ceritanya, pihak Coca-Cola ingin mengembangkan produk minuman baru dengan pemanis alami, sehingga teciptalah varian Green dengan ekstrak daun stevianya.

Dan benar saja, strategi ini berhasil membuat Coca-Cola untung. Banyak konsumen kompetitor yang beralih pada mereka karena iming-iming minuman bersoda dengan pemanis alami.

Mengembangkan brand memang bukan pekerjaan mudah. Anda butuh memahami seluk-beluk brand Anda dulu sebelum memutuskan untuk branding dan marketing. Nah, mengenal strategi branding dan elemen-elemennya dapat memudahkan pekerjaan Anda.

Strategi branding sendiri macam-macam. Anda tinggal memilih salah beberapa yang cocok untuk brand Anda. Lalu, implementasikan.

Ingin membuat pengalaman branding Anda lebih mudah? Serahkan saja kepada Increasink! Kami menyediakan layanan branding, mulai dari pembuatan nama, brand creation, sampai brand management. 

FREE 1 sesi konsultasi bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan jasa kami. Masalah waktu dan sebagainya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda.

Klik di sini untuk segera berkonsultasi.

Sumber: MYVA360 | XARA

Share:

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!