7 Kesalahan Klasik Saat Menentukan Nama Brand

May 28, 2022

Menentukan nama brand tidak semudah kelihatannya. Pasalnya, sedikit kesalahan saja, konsumen akan keliru dalam memersepsikan brand Anda.

Nama brand itu ibarat fondasi bangunan.

Kalau fondasinya kuat, maka struktur bangunannya (bisnis) akan kuat selamanya. Namun, jika lemah, maka ke depannya bisnis akan susah untuk berkembang.

Tentu Anda tidak mau bisnis Anda mandek bukan?

Kami ingin mengajak Anda untuk lebih teliti dalam menentukan nama brand. Mulai dari tahu dulu apa saja kesalahan kita saat melakukannya.

Tak perlu berlama-lama lagi. Check it out!

1. Sulit dibayangkan

Sulit Dibayangkan │ Dok. Increasink

Inti dari kegiatan branding adalah menciptakan persepsi yang kuat dan mudah diingat oleh konsumen. Termasuk dalam hal ini adalah nama brand.

Nah, ketika nama brand Anda susah dibayangkan apalagi diingat, maka kegiatan branding Anda bisa dibilang gagal.

Tahu dari mana nama brand susah dibayangkan?

Bikin konsumen tidak nyaman atau merasakan emosi-emosi negatif lainnya. Atau bahkan tidak menimbulkan reaksi sama sekali, entah karena menimbulkan kesan hambar atau tidak menarik.

Lalu, apa solusinya?

Bisa mulai dulu dengan mendesain logo perusahaan sebagus mungkin. Karena logo juga bisa bikin konsumen mengingat brand Anda, untuk tahu selengkapnya tentang logo bisa Anda baca di sini.

Nah, baru dari situ, mungkin Anda mendapat bayangan seperti apa “wajah” brand Anda sekarang, dan terbayang apa saja nama brand yang cocok.

2. Tidak mencari feedback

Tidak Mencari Feedback │ Dok. Increasink

Mau bagaimanapun, branding adalah soal membangun persepsi sedemikian rupa sehingga tercipta brand yang dapat mengomunikasikan kebutuhan bisnis dengan keinginan para konsumen. 

Itu artinya, ketika orang-orang mendengar nama sebuah brand, mereka dan Anda harus satu pemikiran dalam mengartikan brand tersebut. 

Bagaimana jika Anda dan konsumen tidak satu pemikiran?

Jelas, nama brand Anda akan disalahartikan oleh konsumen. Meski tampaknya baik-baik saja, namun ke depannya bisnis Anda akan kesulitan untuk bertumbuh dengan baik.

Dan inilah yang terjadi ketika Anda tidak mencari feedback saat proses menentukan nama brand

Anda masih beranggapan bahwa konsumen satu pemikiran dengan Anda saat mendengar nama brand Anda. Atau bahkan menganggap keputusan Anda sudah mewakili suara konsumen.

3. Sulit dilafal

Sulit Dilafal │ Dok. Increasink

Jadi begini. Konsumen Anda sebenarnya hanya bisa ‘terkesan’ atau ‘mengingat’ produk brand Anda dalam beberapa detik saja. Begitu pula dengan nama brand Anda. 

Nah, ketika nama brand susah dilafal atau diucapkan, orang-orang jadi susah untuk mengingatnya. Mau sebagus apa pun namanya.

Apa yang membuat nama brand susah diucapkan?

Frasanya kepanjangan, terdiri lebih dari dua kata. Tidak to the point. Pelafalan antar kata dalam nama seolah susah disebutkan. Dan sebagainya.

4. Gampang disalahartikan dengan brand atau hal lain

Gampang Disalahartikan Dengan Brand atau Hal Lain │ Dok. Increasink

Contoh mudahnya begini. Anda punya bisnis retail fashion yang lokasinya tepat di sebelah bisnis fast food bernama Hardee’s. Kebetulan, nama brand Anda adalah Hearty’s, yang pelafalannya mirip dengan bisnis fast food tadi.

Menurut Anda, kira-kira apa yang akan terjadi?

Konsumen akan keliru dalam mengenal bahkan meningat brand Anda. Apalagi jika brand Anda kalah tenar; kesempatan bisnis untuk bertumbuh akan lebih challenging!

5. Namanya terlalu generic

Namanya terlalu Generic │ Dok. Increasink

Kita ambil contoh sederhana. Anda dan tim sudah menentukan nama brand yang dirasa sederhana dan sudah mewakili, seperti forest, tree, hill, dan sebagainya. Tidak ada yang salah dengan nama-nama ini, begitu pikir Anda dan tim.

Tapi, coba bayangkan diri Anda sebagai pelanggan. Kira-kira ketika pertama kali mendengar nama-nama itu, apa reaksi Anda? Kagum? Atau merasa biasa saja?

Coba bandingkan dengan nama-nama lain seperti Grasshill, Hillbright, atau Fulhill. Mana lebih menrik? Nama-nama ini atau yang tadi?

Mau bagaimanapun, konsumen akan lebih terkesan dengan nama-nama brand yang unik. Bahkan bisa membangkitkan reaksi dan pengalaman yang positif. 

6. Asal ikut-ikutan tren

Asalah Ikut-Ikutan Tren │ Dok. Increasink

Sekarang ini, nama brand generik yang ditambahkan akhiran “-ify”  dan “-io” lagi menjadi trending. Karena brand seperti Shopify dan Twilio sukses merambah marketnya masing-masing. Sehingga banyak brand lain yang mencoba mengikuti jejak ini.

Padahal, belum tentu nama brand seperti ini bisa berhasil pada brand Anda. Bayangkan ada firma pengacara yang memiliki nama brand “Attornio”. Kira-kira ketika mendengarnya, apa yang akan orang-orang bayangkan? Sebuah firma pengacara atau klub stand up comedy?

7. Lupa mengecek merek dagang

Lupa Mengecek Merk Dagang │ Dok. Increasink

Tidak jarang, ketika kita sudah merasa puas dengan nama brand yang sudah dibuat, kita lupa untuk mengecek merek dagang. Apakah sudah digunakan brand lain atau belum.

Hati-hati! Menggunakan nama brand yang sudah dimiliki oleh brand lain, bisa membuat Anda digugat atas pelanggaran merek dagang!

Nah, supaya terhindar dari ini, ada baiknya Anda dan tim mencocokkan dulu daftar nama brand yang Anda buat dengan yang ada di merek dagang, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk menentukan nama brand

Tentukan nama brand Anda

Menentukan nama brand memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pada intinya, Anda dan tim harus memosisikan diri dulu sebagai konsumen sehingga nama brand bisa mudah diingat oleh mereka. Dengan catatan juga mewakili seperti apa brand Anda.

Ingin pengalaman membuat nama brand Anda lebih mudah? Serahkan saja kepada Increasink! Kami membuka layanan branding termasuk brand naming SPESIAL untuk membangun brand awareness bisnis Anda.

Tersedia FREE 1 sesi konsultasi bagi Anda yang baru pertama kali mencoba jasa kami. Untuk jadwal dan sebagainya bisa kita bicarakan lebih lanjut. 

Klik link ini untuk segera berkonsultasi.

Sumber: Awezzom | InternetDevels

Share:

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!