fbpx
logo increasink blog

3 Kesalahan Fatal yang Membuat Anda Kehilangan Pelanggan!

September 5, 2022

Kehilangan pelanggan, omzet menurun drastis. Pernah mengalaminya?

Bangun bisnis memang tidak semudah bayangan. Ada saja hambatan dan rintangannya, meski sudah dipersiapkan sebaik mungkin.

Mungkin Anda dan tim sudah membuat produk sebaik mungkin. Fiturnya canggih. Hampir tidak ada cacatnya. Bahkan, melampaui punyanya kompetitor.

Namun, kenapa saat testing di pasar malah begini? Malah hampir tidak ada yang terjual? Terjual pun mungkin untungnya hanya sedikit? Mengapa begini, mengapa begitu?

Barangkali ada hal penting yang Anda dan tim lewatkan dan itu membuat kalian kehilangan pelanggan.

Apa saja kesalahan itu? Kenapa bisa hal itu sampai membuat kalian kehilangan pelanggan? Tulisan ini mencoba merangkumnya!

1. Terlalu banyak varian produk 

Kebanyakan varian produk berpotensi membuat Anda kehilangan pelanggan

Tidak, tidak ada yang masalah dengan berinovasi. Justru itu bagus, karena menunjukkan bahwa Anda dan tim mampu membaca tren dan masa depan bisnis.

Namun, akan menjadi masalah jika kadarnya terlampau banyak. Apalagi jika itu langsung kalian tampakkan di gerai toko atau etalase online shop kalian.

Ada suatu istilah bernama “decision paralysis”. 

Inilah yang terjadi ketika varian produk terlalu banyak; konsumen bingung mau beli apa.

Suatu kondisi di mana orang/konsumen tidak bisa memutuskan apa pun karena dihadapkan dengan banyaknya pilihan, sehingga ini pun membuat mereka pergi dan enggan melakukan transaksi dengan Anda.

Sederhananya, saat pergi ke mal.

Baca Juga  Mau Tahu Brand Positioning Aqua adalah Apa?

Bagi Anda yang perempuan, mungkin perhatian akan langsung tertuju pada gerai baju, tas, sepatu, atau lainnya. Dari semua pilihan tersebut, katakanlah Anda pergi ke gerai tas mewah nan antik.

Saat memasuki ruangan, entah kenapa Anda mendapati begitu banyak produk tas mewah berjejer di sekitar Anda. Tas dengan desain A, desain B, desain C, dan seterusnya. Yang saking banyaknya, Anda malah jadi bingung mau memilih yang mana.

Karena kebingungan itu, akhirnya pengalaman berbelanja Anda berujung pada window shopping; hanya sekadar melihat-lihat barang, tetapi tidak membeli satu pun.

Ya, kurang lebih itu gambaran dari “decision paralysis”.

Jadi, sekarang Anda bisa bayangkan jika varian produk terlalu banyak, ya.

Solusinya, Anda dan tim hanya berfokus pada produk unggulan saja. Itu.

Coba kalian cek lagi riwayat penjualan dan feedback dari konsumen (jika kalian berinisiatif membuat dan menyebarkan angket, ya). Apa yang mereka sering beli? Apa yang mereka harapkan dari produk tersebut.

Itu yang menjadi produk andalan kalian!

2. Pelanggan baru diperhatikan, pelanggan lama dilupakan

Jangan melupakan pelanggan lama.

Siapa di dunia ini yang tidak ingin disukai dan dicintai?

Sama. Konsumen Anda juga seperti itu: ingin selalu diberi perhatian khusus oleh Anda.

Meski mereka termasuknya pelanggan lama, bahkan sudah ‘menemani’ perjalanan bisnis Anda dari awal sampai kini. Tetap saja, mereka tetap perlu Anda perhatikan sama halnya dengan pelanggan baru.

Ingat, bisnis yang sukses adalah bisnis yang mampu menjalin hubungan dengan semua pelanggannya. Bisnis yang tidak membuat seorang pelanggan pun merasa tersisihkan.

Lantas, pertanyaannya…bagaimana cara?

Sederhana saja: berikan loyal customer rewards. Itu.

Sesederhana kalian mengirimkan email greeting dengan free gift atau voucher diskon di dalamnya. Pelanggan lama Anda akan merasa diprioritaskan dan dianggap spesial oleh Anda.

Baca Juga  Brand Value Bisa Dongkrak Penjualan Anda, Mau Tahu Kenapa?

Bahkan, akan sangat mungkin bagi mereka untuk selalu menjadi pelanggan setia Anda. Tidak dapat dimungkiri, menjadi brand ambassador jadi-jadian untuk merek Anda!

3. Abai terhadap unique value proposition (UVP)

Mengabaikan unique value proposition (UVP).

Oke. Anda sudah punya produk. Sudah lengkap fiturnya. Sudah teruji dengan baik. Pokoknya, meyakinkanlah.

Namun begitu, perlu Anda dan tim ingat bahwa unique value proposition (UVP) memegang peranan lebih penting.

Percuma produk Anda sudah dirancang secanggih mungkin. Namun, ternyata secara keseluruhan tidak ada bedanya sama sekali dengan punya kompetitor.

Mau bagaimanapun juga, UVP membantu merek Anda membedakan diri dari kompetitor. Dan itu sesungguhnya tampak dengan jelas di mata audiens, entah mereka bisa mendeskripsikannya atau sekadar merasakannya.

Jadi, sudah terbayang, ya. Apa jadinya jika UVP belum kuat meski produknya sudah unggul. Ambyar begitu testing di pasar!

Lantas, harus bagaimana?

Kenali produkmu dengan baik. Perhatikan apa saja karakter yang membuat produkmu berbeda dari punya kompetitor.

Sederhana saja: temukan dan fokus dengan UVP-mu. Itu.

Kenali produkmu dengan baik. Perhatikan apa saja karakter yang membuat produkmu berbeda dari punya kompetitor. Misalnya seperti ramah lingkungan, proses pembuatan yang higienis dari hulu ke hilir, dan sebagainya.

Melakukan kesalahan fatal dalam memperlakukan pelanggan (baik secara tidak langsung maupun langsung), bukan berarti kalian gagal sepenuhnya. Anggap saja ini menjadi salah satu bahan pembelajaran untuk di kemudian hari.

Ingat, kunci sukses bisnis kita ada pada konsumen kita.

Sebagus apa pun business model kita, selama dalam perjalanannya bisnis tidak memedulikan konsumen, jatuhnya akan percuma saja.

Kehilangan pelanggan = business’s silent killer.

Pastikan Anda dan tim selalu memerhatikan tiga hal tadi saat menjalankan bisnis, ya!

Artikel ini bermanfaat? Anda bisa membaca beragam artikel lainnya di laman ini, lho!

Baca Juga  Sudah Tahu Brand Positioning Alfamart adalah apa?

Dapatkan notifikasi tentang artikel terbaru Increasink (bisnis, digital marketing, dan branding). Silakan berlangganan dengan Increasink.co.id dan jangan sampai ketinggalan!

Terima kasih dan semoga bermanfaat!

Share this article:

DOWNLOAD

E-book Gratis

Dapatkan berbagai e-book seputar Marketing, Branding, SEO, Social Media secara gratis.

Langganan Newsletter Increasink

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!

free e-book

Manfaatkan social media trend untuk menjangkau lebih banyak pelanggan melalui media sosial.