fbpx
logo increasink blog

Hati-Hati, Ini 6 Gimmick Marketing yang Merusak Reputasi Brand Anda!

July 13, 2022

Masih ingat berita viral Eiger dulu? Waktu itu ada sebuah brand yang ikut-ikutan membuat surat terbuka. Namun, alih-alih berhasil, aksi brand tersebut malah menuai kritik warganet karena dianggap tidak etis dan memperkeruh suasana.   

Beginilah jadinya ketika gimmick marketing asal mengikuti tren. Bukannya menjangkau lebih banyak konsumen, brand malah jadi dibenci.

Pada artikel bertajuk “Ini 4 Tanda Brand Siap Viral dengan ‘Riding the Wave’!”, kita sudah pernah membahas bahwa setidaknya brand harus kenal dengan dirinya sendiri dulu dan siapa audiensnya untuk bisa dikatakan siap viral.

Kalau Anda sudah mengenal seperti apa brand dan target audiens Anda, itu bagus. Namun jika belum? 

Mau sebagus apa pun taktik gimmick marketing Anda, itu akan berujung pada kegagalan.

Tidak percaya? Coba lihat beberapa contoh di bawah.

1. Mengadakan lomba tapi enggak tahu apa tujuannya

gimmick marketing
Mengadakan Lomba tapi enggak tahu apa tujuannya │ Dok.Increasink

Sering kali brand mengadakan kontes agar menjangkau banyak audiens baru sekaligus meningkatkan popualitasnya. Dan memang, keunggulan kontes ada di situ.

Kendati begitu, kontes bisa saja berakibat fatal dan menjadi bumerang bagi brand. Jika brand asal mengadakan kontes tanpa tahu apa tujuannya.

Baca Juga  5 Tips Optimalkan Instagram untuk Bisnis Healthcare

Audiens bisa saja menggunakan kontes Anda sebagai guyonan, atau lebih parahnya lagi, untuk menipu orang-orang awam.

Maka, penting sekali untuk memastikan apakah kontes sudah sesuai dengan tujuan branding Anda atau belum. Kontes juga harus dirancang sedemikian rupa sehingga iklim kompetisi tetap sehat.

2. Pakai hashtag tapi tidak melakukan riset dulu 

gimmick marketing
Penyalahgunaan Hashtag │ Dok.Increasink

Jika berkaca pada Twitter, hashtag memang membantu seseorang atau sebuah brand menjadi cepat viral. Bahkan hanya dalam kurun waktu satu malam.

Namun, tidak sedikit orang sadar kalau menggunakan hashtag tidak selamanya akan berhasil. Lebih-lebih bisa merusak citra brand. 

Katakanlah suatu ketika topik X sedang ramai diperbicangkan publik. Anda dan tim berinisiatif untuk membuat tagar seputar topik tersebut, dengan harapan nama brand bisa ikut melambung.

Di luar dugaan, ternyata audiens Anda merespons secara negatif. Sampai-sampai mereka menyangsikan reputasi brand Anda, dan memutuskan tidak menggunakan produk/layanan dari brand Anda lagi.

Itulah sebabnya kenapa Anda harus riset hashtag terlebih dulu. Supaya sesuai dengan karakter target audiens Anda dan kebutuhan brand.

3. Niatnya newsjacking (mengikuti berita yang lagi tren) dengan harapan brand bisa viral, tapi malah mendapat respons negatif

gimmick marketing
Newsjacking yang berakhir negatif │ Dok.Increasink

Jadi begini. Biasanya brand menggunakan newsjacking untuk menyampaikan opini, insight, atau informasi yang berhubungan dengan berita, dengan menggunakan perspektif brand sendiri.

Kendati demikian, taktik gimmick marketing satu ini bisa berujung gagal jika Anda dan tim tidak memahami betul topik tersebut. Atau ternyata topik tersebut di luar ranah brand seharusnya, meski Anda dan tim memahami betul apa yang sedang diperbincangkan.

Dari sudut pandang audiens pun, misal, ternyata topik tersebut tergolong sensitif sehingga jika dibuat menjadi suatu konten malah memperkeruh suasana. 

Baca Juga  Ketahui Apa Itu Segmenting Targeting Positioning (STP)

Dengan begitu, Anda dan tim harus mempertimbangkan hal-hal di atas sebelum memutuskan untuk menggunakan metode newsjacking.

4. Judul clickbait itu bukan masalah, tapi kalau tidak sesuai dengan isi tulisannya, itu lain lagi ceritanya

gimmick marketing
Judul Clickbait yang sangat tidak sesuai │ Dok.Increasink

Terkadang, Anda membutuhkan sentuhan khusus pada konten-konten Anda sehingga orang-orang mau membacanya dan mencari tahu brand Anda lebih jauh. Dengan membuat judul yang clickbait.

Namun, ini akan menjadi masalah besar jika judul tidak sesuai dengan isi tulisan. Karena yang ada, audiens Anda akan kecewa dan secara berangsur-angsur reputasi brand Anda pun jadi hancur.

5. Enggak ada larangan buat pakai guerilla marketing…tapi kalau terlalu ‘berefek’ juga bisa merugikan banyak orang, lho?

gimmick marketing
Guerilla Marketing yang terlalu berefek │ Dok.Increasink

Pada intinya guerilla marketing adalah sebuah taktik pemasaran dengan memberi kejutan yang jarang ada sebelumnya. Sehingga orang-orang merasa kagum dan ingin terus membicarakannya. 

Guerilla marketing bagus sekali untuk mendongkrak popularitas nama brand, kurang lebih seperti taktik gimmick marketing lainnya.

Kendati begitu, guerilla marketing bisa menjadi bumerang tersendiri jika tidak memikirkan konsekuensi dan risikonya dengan matang.

Kenapa bisa begitu?

Karena guerilla marketing bisa saja memuat hal-hal yang berbau kengerian/negatif/buruk sehingga orang mempercayai benar adanya dan dari situ mereka terus diliputi ketakutan.

6. Asal menggunakan kata “rahasia”

gimmick marketing
Asal menggunakan kata “Rahasia” │ Dok.Increasink

Tak usah dimungkiri, kata “rahasia” memang suka menjadi senjata kebanyakan kita ketika sedang membuat iklan. Selain sering digunakan banyak brand lain juga karena ada kesan-kesan membuat audiens mau membeli produk begitu selesai membaca iklan.

Sayangnya, kata “rahasia” tidak bisa sembarang digunakan. Karena di mata audiens, kata “rahasia” terkesan sebagai sebuah janji besar yang harus segera dipenuhi, dan itu belum mereka temukan pada brand lain.

Baca Juga  Panduan Membangun Strategi Content Marketing yang Kuat [PART I]

Jika brand Anda dirasa tidak memenuhi janji tersebut, audiens akan kecewa dan mungkin saja merekomendasikan teman-teman mereka untuk tidak mempercayai brand. Reputasi brand Anda pun akan hancur dengan mudahnya.

Pada intinya, Anda tidak bisa sembarang menggunakan taktik gimmick marketing, meskipun sangat menjanjikan bagi popularitas brand. Kalaupun dipaksakan, bukannya brand jadi viral, yang ada malah mendapat kecaman keras dari warganet.

Baca seri artikel gimmick marketing lainnya untuk memperdalam pengetahuan Anda:

Share this article:

DOWNLOAD

E-book Gratis

Dapatkan berbagai e-book seputar Marketing, Branding, SEO, Social Media secara gratis.

Langganan Newsletter Increasink

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!

free e-book

Manfaatkan social media trend untuk menjangkau lebih banyak pelanggan melalui media sosial.

× Whatsapp Kami