SATU-SATUNYA ROI yang Hampir Semua Brand Suka Lupa

July 5, 2022

Saat mendengar kata return on investment (ROI), biasanya kebanyakan dari kita akan langsung berpikir apa-apa tentang keuntungan yang brand peroleh dalam bentuk angka. Entah itu dari segi jumlah akuisisi konsumen/transaksi ataupun besar-kecilnya persentase prospek bagus yang berhasil didapatkan.

Tidak salah memang, mau bagaimanapun, ROI adalah satu-satunya cara paling konkret untuk Anda dan tim mengetahui seberapa besar dampak dari aktivitas branding selama ini. Apakah sudah sesuai dengan tujuan atau belum. Jika belum, apa penyebabnya, untuk tahu apa saja yang perlu diperbaiki dari elemen, aktivitas, dan strategi branding

Namun sayangnya, kebanyakan kita melupakan satu ROI yang sebenarnya malah memberikan dampak terbesar bagi kesuksesan brand. Suatu ROI di mana value dan experience antara brand dan konsumen juga diperhitungkan, meski tampaknya sulit untuk diukur. Dan itu dinamakan dengan emotional ROI.

Apa itu emotional ROI?

Apa itu Emotional ROI │ Dok. Increasink

Meminjam pendapat Mike Wohlitz, Vice President of Event Services di Freeman AV, sebagaimana dikutip dari eventtia, emotional ROI merupakan pengembangan dari return of experience (ROE), yaitu suatu alat untuk mengukur kesuksesan brand berdasarkan experience yang selama ini terbangun dengan konsumen

Atau dengan kata lain, emotional ROI diukur dari experience dan value emosional konsumen dengan brand, di mana kedua aspek itu diteliti apakah memberikan dampak langsung bagi meningkatnya kualitas hidup konsumen atau tidak.

Nah, karena yang diukur sifatnya mood dan respons subjektif dari konsumen, maka sampai saat ini belum ada rumus pasti dari emotional ROI. Mengingat, kita tahu sendiri kalau pendapat konsumen terhadap kita bisa berubah sewaktu-waktu.

Namun, setidaknya emotional ROI sangat berguna untuk mengetahui apa emosi dan experience ‘khas’ yang diharapkan konsumen dari brand Anda. Jadi, meski Anda dan kompetitor memiliki business model dan produk yang hampir sama persis, konsumen tahu harus ke mana harus menuju ketika ingin brand yang sesuai dengan value mereka. 

Satu catatan menarik lagi. Karena ROI ini berhubungan dengan kata ‘emosi’, maka biasanya perhitungannya diambil dari emotional marketing yang pernah dilakukan oleh brand. Alasannya sederhana; tujuan dari penggunaan emotional marketing sendiri memang untuk melihat seberapa efektif penyampaian pesan melalui konten-konten emosional. 

Apa saja parameter dari emotional ROI? Bagaimana cara menghitungnya?

Apa itu Emotional ROI │ Dok. Increasink

Seperti sudah kami singgung sebelumnya kalau emotional ROI tidak memiliki rumus perhitungan dan parameter pasti, disebabkan emosi merupakan sesuatu yang sifatnya subjektif. 

Meski begitu, kami telah merangkum parameter dari sejumlah rumus yang mungkin berguna bagi Anda dan tim. Kami membagi parameternya menjadi dua macam, yaitu parameter berdasarkan jenis event maupun parameter menurut Imotions (perusahaan startup yang diakuisisi oleh Apple pada 2016 lalu).

Parameter menurut Imotions

Parameter Bedasarkan Imotions │ Dok. Increasink

Pertama, parameter menurut Imotions. Meminjam Imotions, setidaknya ada tiga parameter untuk menghitung emotional ROI, antara lain attention, engagement, dan sentiment.

Attention merujuk pada seberapa besar target audiens memerhatikan iklan atau minimal produk Anda. Engagement dimaksudkan untuk menghitung berapa banyak respons emosional yang diberikan konsumen terhadap brand. Sementara sentiment adalah berapa banyak konsumen menunjukkan emosi positif, negatif, netral, atau bahkan tidak ada respons sama sekali.

Nah, menurut Imotions, nantinya tiap parameter tersebut dihitung secara terpisah untuk mencari tahu hasil yang lebih spesifik pula. Misal, untuk engagement dan sentiment, Anda dan tim harus fokus membedakan dan menghitung emosi yang dirasakan konsumen saat berhubungan dengan produk atau brand. Sehingga hasilnya nanti, misal, lebih pada saran dan rekomendasi untuk meningkatkan brand awareness, agar terbangun rasa bahagia dalam diri konsumen.

Parameter berdasarkan jenis event

Parameter Bedasarkan Jenis Event │ Dok. Increasink

Berikutnya, parameter berdasarkan jenis event. Merujuk laman eventtia lagi, parameter ini terdiri dari empat macam, yaitu live interaction, online activity, dan meaningful connection.

Untuk live interaction, Anda dan tim dapat menghitung emotional ROI dengan cara mengamati, apakah audiens benar-benar menikmati event dari brand Anda. Berapa banyak audiens yang aktif berkomentar dan bertanya selama sesi live berlangsung. Apakah semua audiens mau mengisi absensi atau form survei yang dibagikan saat sesi live. Dst.

Adapun dengan online activity, Anda dan tim bisa mengevaluasi ROI dari segi keaktifan audiens dengan brand di platform media sosial pasca-event. Berapa persen dari target audiens Anda yang memberi likes, komentar, share, dan save postingan berikutnya (tapi masih relevan dengan event). Dan dari keaktifan tersebut, seberapa banyak yang memberi respons positif, negatif, ataupun netral.

Kemudian untuk meaningful connection bisa diperhitungkan bagaimana hubungan yang terjalin antara brand dan audiens. Atau dengan kata lain, seberapa mudah dan cepat brand Anda membangun hubungan kemitraan (jika fokus event Anda adalah untuk membentuk partnership) atau mulai selling setelah event berlangsung.

Ciptakan emotional ROI yang berdampak bagi brand Anda!

Ciptakan Emotional ROI │ Dok. Increasink

Sejauh ini dapat disimpulkan kalau menghitung emotional ROI jauh lebih rumit dan sulit ketimbang ROI biasa, karena melibatkan parameter emosional dan experience konsumen yang sifatnya subjektif dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Meski begitu, hasil perhitungan emotional ROI jelas memberikan dampak yang besar bagi brand Anda. Jika merujuk hasil studi Harvard Business Review saja, hasil perhitungan emotional ROI nantinya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dua kali lipat dari sebelumnya. Bayangkan betapa diuntungkannya Anda dan tim dari ini!

Namun, tentu saja perlu namanya menerapkan hasil perhitungan emotional ROI dengan baik. Karena, pada intinya, ROI satu ini digunakan untuk menyampaikan value dan membangun experience dengan konsumen. Untuk itu, Anda dan tim perlu memenuhi kebutuhan emosional konsumen, di antaranya ada profit, prestige, pleasure, preservation, dan pain relief.

Buatlah pekerjaan Anda dan tim lebih mudah dengan bekerja sama dengan Increasink. Kebetulan, Increasink sudah berpengalaman selama 10 tahun dengan bisnis perorangan dan perusahaan. Lebih dari kata siap bagi kami untuk membuatkan konten marketing di media sosial yang sesuai dengan kebutuhan emosional audiens.

Masih ada kesempatan untuk Anda dan tim mendapatkan slot FREE 1 sesi konsultasi dengan kami. Dan slot ini kami buka untuk Anda yang baru pertama kali menggunakan jasa kami. 

Klik di sini untuk segera berkonsultasi. Untuk jadwal dan sebagainya kita sepakati nanti.

Semoga bermanfaat!

Sumber: Eventtia | Medium

Share:

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!