fbpx
logo increasink blog

6 Contoh Marketing Campaign Keren yang Bisa Ditiru

August 22, 2022

Kita mungkin saat ini sering melihat contoh marketing campaign di mana-mana. Di sepanjang jalan banyak. Ada billboard. Spanduk. Poster. Dan masih banyak lagi. 

Berseliweran pula di jagat maya — dalam bentuk ads. Entah itu di Instagram, Facebook, Youtube, ataupun lainnya.

Namun demikian, seperti kita tahu kalau jumlah marketing campaign sudah banyak sekali. Sehingga, hanya sedikit yang berhasil terlintas di benak kita.

Maka, mau tidak mau kita harus mencari cara agar campaign kita bisa winning di pasar. 

Mengingat belajar teori saja tidak cukup, maka mungkin kita kepikiran untuk melihat contoh marketing campaign yang sukses mencetak sejarah. Supaya kita lebih terbayang saat membuatnya.

Pada artikel ini, kita akan mengulas beberapa contoh marketing campaign yang sukses, apa saja ciri-cirinya, dan bagaimana cara menyusunnya.

Tak perlu berlama-lama lagi. Check it out!

Contoh marketing campaign keren yang sukses

1. Coca Cola: “Share A Coke”

Pernah Coca-Cola merilis marketing campaign dengan slogan #ShareaCoke. Anda bisa melihat gambarnya di bawah berikut ini.

Contoh marketing campaign

Dari slogan tersebut, tercetuslah sebuah ide untuk menempelkan label nama-nama orang yang populer pada botol. Misalnya seperti nama Anna, Zack, dan sebagainya.

Tujuan Coca-Cola melakukan itu adalah agar orang-orang yang namanya ada pada botol mau dan terdorong untuk membeli produk Coca-Cola. 

Dengan adanya rasa kepemilikan, konsumen akan lebih merasa dihargai dan seolah memiliki hubungan yang spesial dengan merek. Itulah yang diinginkan oleh Coca-Cola.

Benar saja. Tidak lama setelah campaign tersebut diluncurkan, Coca-Cola berhasil meningkatkan penjualannya hingga 11 persen. Bisa dibayangkan betapa untungnya mereka dari situ?

Baca Juga  4 Strategi Marketing Lembaga Amil Zakat secara Online, Efektif Tingkatkan Donasi!

Apa yang bisa dipelajari: ciptakanlah sebuah campaign yang bisa menimbulkan kesan personal & rasa bangga saat konsumen menggunakan produk kita. Dengan catatan pesan yang dikemas sesuai dengan fungsi atau kegunaan dari produk.

2. Clorox: “For What You Can’t Miss”

Saat virus Covid-19 baru awal-awal muncul di dunia, Clorox langsung mengambil kesempatan dengan langsung merilis campaign yang sehubungan dengan itu.

Adapun campaign membicarakan soal betapa pentingnya mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, dengan mengangkat slogan “For What You Can’t Miss”.

Bisa dilihat dari video di atas, latar tempat campaign berada di dalam rumah, supermarket, dan lingkungan tetangga. 

Dengan terangkatnya suasana tersebut, akan muncul kesan bahwa merek berada di dekat kita dan sudah menjadi bagian dari hidup kita.

Apa yang bisa dipelajari: ikuti tren terkini dan ambillah peluang dari situ. Pastikan juga latar/suasana campaign sesuai dengan keseharian target audiens kita.

3. Gillette: “The Best Men Can Be”

Gillette menggunakan campaign ini untuk menyebarkan awareness melawan toxic masculinity

Meski pada masanya campaign seperti ini terbilang cukup kontroversi, namun nyatanya campaign ini berhasil mendapatkan 1,4 juta mention online pada minggu pertama penayangannya.

Kebetulan, campaign ini bertepatan dengan puncak dari gerakan akar rumput #metoo yang kala itu sedang viral. Apalagi keduanya memiliki pesan yang sama; sama-sama melawan toxic masculinity.

Apa yang bisa dipelajari: beranilah mengangkat isu sosial atau hak asasi manusia (HAM) dalam campaign kita. Jika momentumnya tepat, akan sangat memungkinkan bagi merek untuk viral dan populer dalam sekejap.

4. #KnowYourLemons For a Good Cause

Pernah melihat campaign dengan muatan edukatif? Jika belum, barangkali #KnowYourLemons bisa kita jadikan inspirasi!

Pada intinya, campaign buatan Worldwide Breast Cancer ini mencoba memberikan edukasi mengenai cara memeriksa kesehatan dari payudara perempuan, apakah ada tumor/kanker di dalamnya atau tidak.

Cara mengemasnya pun terbilang cukup unik. Sejumlah foto lemon dengan kondisi berbeda-beda dijadikan sebagai gambaran seperti apa kondisi payudara yang sehat dan yang tidak secara spesifik, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

contoh marketing campaign
Marketing Campaign #ShareaCoke @MacKenzie Wutzke/CoSchedule

Sontak, campaign tersebut langsung menyita perhatian banyak orang. Banyak perempuan diketahui akhirnya memahami kondisi kesehatan payudara mereka.

Baca Juga  Panduan Membangun Strategi Content Marketing yang Kuat [PART II]

Apa yang bisa dipelajari: jangan takut untuk menciptakan tren baru, apalagi jika tujuannya mengedukasi target market

Gunakan infografis, jika perlu. Karena jenis konten ini sangat efektif dalam mengemas konten yang bersifat edukatif nan informatif.

5. Apple: #ShotOnIphone

Kalau ingin tahu bagaimana caranya membuat campaign tentang rilis produk, mungkin dalam hal ini kita bisa meniru langkah cerdas Apple.

Raksasa teknologi ini memang tak pernah henti-hentinya mengesankan kita. Contoh, campaign #ShotOnIphone

Contoh marketing campaign dari Apple
Marketing Campaign #ShotOnIphone @MacKenzie Wutzke/CoSchedule

Bisa dilihat dari gambar, Apple sedang menunjukkan seberapa bagus dan berkualitasnya fitur kamera pada Iphone versi terbaru mereka.

Apakah hanya sampai di situ? Tidak.

Perlu kita tahu bahwa ternyata campaign ini menggunakan foto-foto milik para fotografer amatir!

Betul. Anda tidak salah membaca: fotografer amatir!

Sementara hampir semua campaign menggunakan foto beresolusi tinggi, Apple malah mengambil jalan yang berbeda nan unik.

Namun, siapa sangka. Campaign ini ternyata berhasil menyita perhatian dunia dan bahkan mempercepat closing dari produk Iphone tersebut.

Rupanya, orang-orang terkesima dengan bagaimana kejernihan dari foto-foto yang diambil dengan tangan yang dianggap setara kemampuannya dengan mereka.

Apa yang bisa dipelajari: jika ingin mempromosikan suatu produk, buatlah sebuah campaign dimana target market kita bisa merasa relate dan terasa ‘masuk akal’ ketika menggunakannya sehari-hari.

6. Microsoft: We All Win

Persoalan inklusivitas selalu menjadi momok tersendiri bagi merek-merek dengan produk tepat guna seperti teknologi, skin care, fashion, dan sebagainya.

Namun, tidak bagi Microsoft. Mereka justru berani mengambil langkah tidak populer dengan cara merilis campaign bertajuk “We All Win”. 

contoh marketing campagin dari Microsoft
Marketing Campaign “We All Win” @MacKenzie Wutzke/CoSchedule

Intinya, campaign ini merangkum kehidupan atau keseharian para gamer muda saat bermain gim menggunakan Xbox Adaptive Controller.

Baca Juga  Hati-Hati, Ini 6 Gimmick Marketing yang Merusak Reputasi Brand Anda!

Menurut hemat kami, campaign ini berangkat dari kritikan sejumlah orang terhadap controller dari Xbox di masa lalu. 

Banyak yang mengatakan kalau teknologi tersebut terlalu berat digunakan oleh individu disabilitas daksa. Posisi dari masing-masing fiturnya tidak ramah terhadap individu ADHD atau autistik. Dan masih banyak lagi.

Dengan demikian, melalui campaign ini, Microsoft dapat menegaskan dan menggarisbawahi dukungan mereka terhadap kelompok disabilitas. Tidak ada maksud diskriminasi dalam teknologi mereka.

Apa yang bisa dipelajari: jika produk kita ‘diserang’ atau minimal ‘dianggap’ meminggirkan hak suatu kelompok, buatlah suatu campaign dimana itu mewakili keinginan atau hasrat terdalam dari kelompok tersebut.

Pastikan marketing campaign Anda berjalan sukses

Pada intinya, marketing campaign adalah suatu wadah bagi merek untuk mendapatkan perhatian target market utama dalam waktu sekejap. Diperlukan langkah cerdas dan konten yang kreatif dalam mewujudkannya.

Dari penjelasan sebelum-sebelumnya pun, sebenarnya bisa dirangkum, apa saja ciri-ciri marketing campaign yang pasti bakal sukses, di antaranya: (1) Momennya tepat, (2) Dapat diukur, (3) Mengangkat isu sosial atau yang menjadi keresahan target market utama, dan (4) keunikan dari campaign itu sendiri.

Namun begitu, tentu dalam pelaksanaannya kita akan menemukan apa-apa yang menjadikan marketing campaign tidak sukses dan sesuai rencana di awal.

Tidak melulu karena visual dari campaign. Itu bisa saja disebabkan oleh ketidaksinkronan antara pesan campaign dan identitas merek kita, salah sasaran, dan sebagainya.

Kami sudah merangkumnya di sini. Silakan dibaca jika Anda berkenan untuk memperdalam pengetahuan mengenai marketing campaign.

Pastikan Anda benar-benar memahami apa itu marketing campaign dengan baik. 

Mungkin, di lain kesempatan, kami akan mengulas lebih dalam mengenai cara membuat marketing campaign. Berlangganan dengan Increasink untuk mendapatkan notifikasinya!

Terima kasih dan semoga bermanfaat!

Sumber: CoSchedule

Share this article:

DOWNLOAD

E-book Gratis

Dapatkan berbagai e-book seputar Marketing, Branding, SEO, Social Media secara gratis.

Langganan Newsletter Increasink

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!

free e-book

Manfaatkan social media trend untuk menjangkau lebih banyak pelanggan melalui media sosial.

× Whatsapp Kami