fbpx
logo increasink blog

Brand Salience adalah Tanda Merek Menjadi Top of Mind

December 5, 2022
Brand Salience adalah Tanda Merek Menjadi Top of Mind

Sudah tahu belum brand salience adalah apa? Kenapa sampai dikatakan merupakan tanda merek menjadi top of mind? Simak selengkapnya di Increasink.co.id untuk tahu jawabannya!

Ceritanya Anda ingin ngopi buat membangkitkan semangat karena lelah terus-menerus bekerja tanpa henti.

Oleh karena kondisinya kebetulan Anda tidak bisa melepas pekerjaan, bahkan barang sedetik saja, Anda pun berpikir untuk memesan saja kopi lewat layanan pesan antar.

Dalam kondisi seperti ini, kira-kira merek apa yang pertama kali Anda ingat? Starbucks? Kopi Kenangan? Janji Jiwa?

Apa pun jawabannya, itu adalah tanda bahwa merek yang Anda ingat paling pertama telah menjadi top of mind Anda.

Menunjukkan bahwa brand salience dari merek tersebut sangat bernilai positif di benak Anda.

Lho, bukan brand awareness? Memangnya brand salience adalah apa sampai dikatakan berhubungan dengan contoh tadi?

Pada artikel kali ini, Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai:

  • Apa itu brand salience
  • Perbedaan brand salience dengan brand awareness
  • Konsep psikologi dari brand salience
  • Cara mengukur brand salience
  • Cara meningkatkan brand salience
  • Model dari brand salience

Langsung saja kita kupas satu per satu, ya!

Brand salience adalah

Brand salience adalah suatu ukuran terkait sejauh mana orang mengenali, memerhatikan, atau memikirkan merek kita saat mereka mengambil keputusan pembelian.

Kalau dari contoh di atas tadi, semakin merek muncul pertama kali dalam benak pelanggan ketika ingin membeli produk, maka semakin tinggi atau bagus brand salience dari merek tersebut.

Sebaliknya, semakin jarang merek muncul pertama kali dalam benak pelanggan ketika mereka mau membeli produk, maka semakin rendah nilai brand salience dari merek

Baca Juga  Leads adalah 'Ujung Tombak' dari Bisnis Kita, Cari Tahu Kenapa!

Demikian artinya, sangat kecil kemungkinan bagi pelanggan untuk membeli produk dan bahkan mengingat merek ketika mau membeli produk.

Berbeda dengan brand awareness

Balik ke pertanyaan awal: apa bedanya brand salience dengan brand awareness?

Sederhana saja: pada cakupan atau jangkauannya.

Sementara brand salience berfokus pada kesadaran merek selama keputusan pembelian, brand awareness mencakup kehadiran atau kesadaran merek secara keseluruhan.

Konsep psikologi dari brand salience adalah…

Seperti tadi sudah dijelaskan; brand salience mengisyaratkan kita untuk menjadikan merek agar dikenali, diingat, dan bahkan dipikirkan pertama kali saat pelanggan hendak membeli produk dari merek.

Itu artinya, kita harus berupaya sedemikian rupa, sehingga merek dianggap sangat berkesan bagi konsumen, untuk membuat mereka dapat mengingat merek saat mereka mau membeli sesuatu.

Bagaimana caranya agar merek dipandang sebagai solusi pertama untuk keinginan atau kebutuhan mereka.

Adapun caranya, beberapa marketing campaign kita sebisa mungkin tidak berfokus pada hard selling terus atau membujuk konsumen untuk membeli produk kita.

Paling penting, marketing campaign ditujukan untuk memperkuat brand association yang positif dari merek. 

Sehingga, untuk bentuk kontennya seperti apa, itu bebas dan berfokus pada meningkatkan keakraban dengan pelanggan.

Selama marketing campaign atau konten dapat menciptakan dampak emosional dalam diri konsumen, itu lama-kelamaan akan membentuk brand salience yang positif.

Ingat, pelanggan membeli nilai, emosi, atau manfaat dari produk. Bukan membeli produk itu sendiri.

Dengan menciptakan brand association yang positif pada merek, pelanggan akan mengingat merek kita paling pertama ketika melakukan pembelian.

Pada akhirnya, brand salience adalah

Brand salience = brand awareness + brand engagement + relevansi + komunikasi yang intens + ikatan emosional antara merek dan pelanggan

Cara mengukur brand salience

Kurang lebih ada dua cara mengukur brand salience, yaitu dengan melakukan survei dan mengadakan focus groups.

Terlepas ingin mengambil cara yang mana, Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputaran, sejauh mana responden mengingat merek paling pertama ketika mereka hendak membeli produk.

Baca Juga  Emotional Branding: Arti, Manfaat, dan Strategi Melakukannya

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dari brand salience Anda. Juga, apa yang sekiranya perlu ditingkatkan supaya dapat meningkatkan tindakan pembelian oleh pelanggan.

Cara meningkatkan brand salience

1. Gunakan teknik storytelling yang emosional

Ingat penjelasan tentang konsep psikologi dari brand salience tadi?

Pada intinya, merek dapat dikenali, diingat, dan bahkan dipikirkan paling pertama kalau telah membangun ikatan yang emosional dengan pelanggan.

Bagaimana caranya agar pelanggan dapat merasakan adanya hubungan emosional dengan merek, sampai-sampai merek diingat paling pertama ketika mereka mau membeli produk.

Itu kenapa kita perlu menggunakan teknik storytelling yang emosional di setiap marketing campaign, konten-konten, atau bentuk-bentuk mengiklankan lainnya.

Semakin kita pandai memasukkan unsur emosional pada konten-konten kita, terlebih tidak melulu berisi hard selling, semakin mudah untuk pelanggan mengingat dan memikirkan merek paling pertama ketika mau membeli produk.

2. Jadilah authentic

Jangan melebih-lebihkan, apalagi mengurang-ngurangi. Jadilah authentic di setiap marketing campaign atau brand activation lainnya!

Dengan menjadi authentic, pelanggan akan merasa lebih dekat dan percaya dengan merek kita. 

Dengan demikian, akan terbangun hubungan emosional antara pelanggan dan merek. 

Bahkan, sangat mungkin untuk merek diingat paling pertama ketika pelanggan mau membeli suatu produk!

3. Jangan ragu untuk berinovasi

Terkadang, butuh keberanian untuk bisa merek diperhatikan dan diingat paling pertama oleh pelanggan ketika mereka mau membeli produk.

Itulah kenapa kita perlu berani untuk berinovasi — mencoba hal-hal baru sedemikian rupa sehingga produk dapat terus diingat oleh pelanggan.

Namun, bukan berarti membuat kontroversi demi kontroversi yang menyinggung perasaan banyak orang.

Buatlah marketing campaign atau konten yang unik dan idenya belum dicoba oleh kompetitor.

Pandai-pandailah mengolah ide yang ada!

4. Jadilah konsisten

Buatlah marketing campaign atau konten yang emosional dan unik. Lakukan dan bungkuslah secara konsisten!

Baca Juga  3 Perusahaan yang Sukses Melakukan Rebranding Logo, Bagus untuk Dipelajari!

Jangan sampai ada ketidakselarasan antara satu desain dan desain lainnya. Atau ada perbedaan gaya bahasa antara satu konten dan konten lainnya.

Yang ada malah pelanggan merasa bingung, dan merek bahkan tidak mungkin diingat paling pertama oleh pelanggan ketika mereka mau membeli produk.

Jadilah merek yang konsisten!

Model dari brand salience

Model dari brand salience ini berguna untuk membantu kita meningkatkan brand salience agar merek benar-benar diingat paling pertama oleh pelanggan ketika mereka mau membeli suatu produk.

model dari brand salience adalah seperti piramida
Model dari brand salience adalah @HubSpot

Bisa dilihat dari gambar, salience menempati posisi terbawah piramida, sementara resonance menempati posisi puncak.

Di sebelah kiri ada penjelasan objective untuk masing-masing tingkatan. Sementara di sebelah kiri adalah penjabaran lebih lanjut tentang masing-masing tingkatan.

Melalui model ini, selain kita dapat mengukur ketercapaian brand salience dari merek, kita juga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan brand salience secara metodis.

Key takeaways

Pada akhirnya, brand salience adalah tanda merek menjadi top of mind ketika pelanggan membeli produk.

Brand salience sama krusialnya dengan brand awareness. Karena bahkan sudah menyangkut tentang bagaimana konsumen mengingat merek ketika mau membeli sebuah produk.

Namun, sayangnya belum banyak orang menyadari pentingnya brand salience, sebagaima hasil penelusuran kami di Google.

Banyak orang belum aware dengan brand salience adalah seperti apa
Minimnya kesadaran terhadap apa itu brand salience @Bibah/Dok.Pribadi

Bisa dilihat dari gambar, belum ada satu pun artikel dalam bahasa Indonesia yang sudah membahas tentang brand salience selain artikel ini.

Itulah kenapa, kami mengajak Anda untuk sama-sama memerhatikan kembali brand salience serta penggunaannya dengan seksama. Demi kepentingan memajukan bisnis yang lebih baik lagi.

Kesulitan mengukur brand salience bisnis Anda? Bagaimana kalau Anda coba konsultasikan dengan Increasink?

Increasink merupakan digital branding agency dengan pengalaman menangani persoalan digital branding perusahaan dan perorangan. 

Kami menyediakan layanan brand management seperti brand salience untuk Anda kembangkan dalam bisnis Anda. Silakan klik di sini jika Anda berminat.

Bersama Increasink, membangun bisnis menggunakan teknik storytelling!

Share this article:

DOWNLOAD

E-book Gratis

Dapatkan berbagai e-book seputar Marketing, Branding, SEO, Social Media secara gratis.

Langganan Newsletter Increasink

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!

free e-book

Manfaatkan social media trend untuk menjangkau lebih banyak pelanggan melalui media sosial.