Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang brand equity Starbucks? Barangkali, dengan mengetahuinya, Anda dapat menentukan brand equity punya Anda sendiri dengan baik!
Sekilas tentang brand equity
Karena memang, brand equity adalah seperangkat nilai, manfaat, keunggulan dari merek atau produk yang pada akhirnya membentuk suatu nilai merek secara keseluruhan.
Jadi, katakanlah merek A dikenal sebagai merek dengan tingkat kesukaan pelanggan yang tinggi karena memberi banyak manfaat bagi pelanggan. Maka, itulah yang menjadi brand equity-nya.
Bagaimana? Sudah terbayang?
Lalu, apa manfaat dari brand equity?
Oleh karena patokannya adalah menjadi berbeda dari merek lain, maka brand equity dapat membantu merek menjadi top of mind di lini industrinya.
Bisa dibayangkan jika merek sudah menjadi top of mind.
Pelanggan akan tergerak untuk terus melakukan pembelian ulang dengan kita.
Bahkan, mereka akan berubah menjadi pelanggan setia kita, yang bersedia untuk mempromosikan merek kita ke mana-mana secara cuma-cuma.
Bagaimana? Sekarang semakin terbayang kenapa harus tahu brand equity Starbucks?
Pada artikel ini, kami ingin mengajak Anda untuk mengenal lebih jauh tentang brand equity Starbucks, dengan kerangka berpikir sebagai berikut:
- Faktor-faktor dari brand equity
- Faktor-faktor dari brand equity Starbucks
- Brand equity Starbucks
Kami rasa soal bisnis Starbucks tidak perlu kami ulas di sini karena kami yakin Anda semua sudah mengenal bisnis Starbucks dengan baik. Demikianlah artikel ini hanya akan fokus pada brand equity Starbucks.
Faktor-faktor dari brand equity
Seperti dikatakan tadi, brand equity ialah seperangkat nilai, manfaat, keunggulan yang pada akhirnya membentuk keseluruhan nilai dari suatu merek.
Itu artinya, brand equity terbentuk dari sejumlah faktor yang pada akhirnya membentuk brand equity itu sendiri.
Pertanyaan yang muncul kemudian: apa saja faktornya?
Jawabannya: bisa apa saja.
Namun, kebanyakan merangkum faktor-faktor brand equity sebagai brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty.
Keempat faktor ini biasa dijadikan pisau analisis di sejumlah penelitian mengenai brand equity.
Namun, tidak menutup kemungkinan untuk faktor-faktor lain juga turut dipertimbangkan. Sah-sah saja selama itu membantu membentuk brand equity dengan baik.
Faktor-faktor dari brand equity Starbucks
Sekarang kita bahas mengenai faktor-faktor dari brand equity Starbucks.
1. Brand awareness
Seperti kita ketahui, brand awareness ialah tingkat kesadaran konsumen dalam mengenali, mengingat, dan mengidentifikasi merek.
Pertanyaan yang kemudian muncul: sejauh mana brand awareness pelanggan terhadap Starbucks?
Menurut kami, orang-orang sudah memiliki brand awareness yang cukup baik terhadap Starbucks.
Hal ini dapat dilihat dari namanya yang sudah diingat oleh seluruh kalangan tanpa terkecuali.
Bagaimana gerai Starbucks suka dijadikan sebagai tempat pertemuan, nongkrong, atau semacamnya.
Bagaimana Starbucks selalu diingat dengan produk kopinya yang berkelas.
Juga, bagaimana customer service-nya dikenal sangat profesional.
2. Brand association
Bagaimana dengan brand association Starbucks? Apakah sama positifnya dengan brand awareness-nya?
Kita tahu sendiri brand association adalah tolak ukur sejauh mana kemampuan konsumen dalam mengasosiasikan merek baik itu dalam artian positif maupun negatif.
Pertanyaannya: bagaimana kita mengingat Starbucks selama ini? Apakah seringnya positif atau justru malah negatif?
Kami rasa Anda pun tahu jawabannya apa!
3. Perceived quality
Sementara perceived quality adalah persepsi pelanggan terhadap kualitas produk atau layanan dari suatu merek.
Apakah produk atau layanan dipandang baik atau buruk, itu dikategorikan sebagai perceived quality.
Seperti dikatakan tadi, Starbucks dikenal dengan kualitas customer service-nya yang amat baik, bahkan bisa dikatakan sangat profesional.
Apalagi produk kopinya; tidak perlu dipertanyakan lagi!
Dengan demikian, perceived quality Starbucks terindikasi sangat positif.
4. Brand loyalty
Brand loyalty sendiri menunjukkan tingkat kesetiaan pelanggan terhadap suatu merek.
Apakah mereka sampai di tahap merekomendasikan orang-orang terdekatnya untuk berinteraksi dengan merek atau tidak.
Atau justru mereka baru sampai di tahap membeli saja.
Dari pengamatan kami, Starbucks sudah sampai di tahap di mana orang-orang mau merekomendasikan Starbucks ke orang-orang terdekatnya.
Sudah begitu, mereka secara tidak sadar mempromosikan Starbucks dalam kehidupan sehari-hari.
Brand equity dari Starbucks
Demikianlah dapat disimpulkan bahwa brand equity Starbucks adalah segala hal yang menjadikannya top of mind ketika orang-orang berpikir tentang gerai kopi berkelas tinggi.
Oleh karena, menjadi top of mind, membantu Starbucks menguasai pangsa pasar dan terus memperkaya brand equity-nya secara positif.
Itu berarti, mau tidak mau kita harus berupaya menjadikan merek kita sebagai top of mind agar dapat membentuk brand equity yang kuat.
Alhasil dari situ, merek dapat terus disadari keberadaannya oleh target audiens, dan kemudian memperluas pangsa pasarnya dan meningkatkan terus penjualannya secara konsisten.
Bagaimana? Tertarik menjadikan brand Anda kuat di lini industri Anda? Mari konsultasikan dengan Increasink!
Increasink merupakan digital branding agency dengan pengalaman menangani persoalan digital branding perusahaan dan perorangan.
Kami menyediakan layanan brand management seperti brand equity untuk Anda kembangkan dalam bisnis Anda. Silakan klik di sini jika Anda berminat.
Bersama Increasink, membangun bisnis menggunakan teknik storytelling!












