7 Contoh Rebranding Nama Brand Besar, Intip Rahasia Sukses Mereka!

April 8, 2022

Di zaman serba digital seperti sekarang ini, persaingan bisnis begitu sengit. Bahkan, soal pemilihan nama saja, antar entitas bisnis bisa saling berkompetisi. Maka, tak heran keputusan untuk melakukan rebranding muncul ke permukaan.

Rebranding sendiri, sebagaimana dilansir dari The Economic Times, adalah suatu tindakan dan proses mengubah citra perusahaan, meliputi pembaruan nama, logo, dan jenis brand design lainnya. Hal ini dilakukan agar ke depannya branding perusahaan bisa berjalan dengan lancar.

Dalam jangka panjang, rebranding dapat memberi keuntungan berlipat pada perusahaan. Dikutip dari Ignyte, sejumlah perusahaan terbukti mengalami peningkatan penjualan setelah melakukan pembaruan identitas. Perubahan salah satu atau semua elemen branding diamini memperkuat identitas sehingga berhasil mendorong keinginan customer. 

Meski begitu, bukan berarti rebranding tidak memiliki celah. Mengingat relevansinya dengan identitas perusahaan, maka sudah sewajarnya rebranding menjadi salah satu keputusan tersulit. Di satu sisi bisa memberikan banyak keuntungan. Namun di sisi lain, kesalahan dalam mengambil langkah bisa berakibat fatal bagi perusahaan.

Maka itu, sudah semestinya business owners mengetahui perusahaan mana saja yang sukses melakukan rebranding, rerutama pembaruan nama. Artikel ini akan membahas mengenai 7 contoh rebranding nama brand besar, yang harapannya bisa menjadi inspirasi kita bersama!

1. Nama ‘Facebook’ berubah menjadi ‘Meta’, siapa tidak tahu contoh rebranding satu ini?

contoh rebranding Facebook menjadi Meta
Logo Facebook dan Meta | Dok. Increasink

Angkat topi untuk keberanian Mark Zuckerberg, yang “nekat” mengubah nama perusahaan induk ‘Facebook’ menjadi ‘Meta’. Selain sebagai bentuk penyegaran entitas, rebranding ‘Facebook’ dilandasi keinginan untuk menciptakan ‘Metaverse’, dunia daring tempat orang beraktivitas sepenuhnya secara virtual.

Meskipun banyak yang menyangsikan keputusan ini, bukan berarti ‘Meta’ tidak memiliki kesempatan untuk bertumbuh dengan baik. Bisa saja nantinya ‘Meta’ tetap bertahan menjadi perusahaan raksasa bilamana Mark dkk berhasil mengakselerasi distribusi teknologi Metaverse di seluruh dunia.

2. Marufuku menjadi Nintendo, sebuah langkah cerdas yang berhasil membawa perusahaan ini pada pintu kesuksesan!

Siapa tidak tahu gim Pokemon, Super Mario Bros, dan The Legend of Zelda? Hampir semua orang mengira sedari awal nama pencetus tiga gim tersebut adalah Nintendo. Namun, siapa sangka ternyata Nintendo merupakan hasil rebranding dari Marufuku?

Dilansir dari laman IGN, sebelum menyandang nama ‘Nintendo’, founder perusahaan, yaitu Fusajiro Yamauchi, fokus memproduksi menjual kartu remi Jepang bernama “hanafuda” pada 1889 silam. Seiring berkembangnya bisnis, beliau memutuskan untuk pindah lokasi perusahaan pada 1993, dan memberi nama ‘Marufuku Co, Ltd’.  

Namun, karena dorongan kuat untuk terus bereksperimen, akhirnya nama ‘Marufuku’ diubah menjadi ‘Nintendo Playing Card’ pada 1959 silam. Seiring dengan itu, gedung ‘Marufuku Co’, Ltd dikosongkan, yang baru-baru ini dikabarkan telah dibuka kembali menjadi hotel.

Balik ke soal rebranding nama, seiring berkembangnya zaman, perusahaan mengganti nama lagi menjadi ‘Nintendo’, dan menjual produk gim selain bertemakan kartu. Perubahan ini pun membawa berkah bagi perusahaan, buktinya hingga saat ini, gim-gim keluaran ‘Nintendo’ terbukti berkualitas dan menjajal papan peringkat teratas untuk kategori gim terbaik di beberapa situs.

3. ‘Apple Computer’ menjadi ‘Apple Inc’, salah satu contoh rebranding nama sukses lainnya

contoh rebranding Apple, walau sederhana ternyata berpengaruh besar
Perubahan logo Apple | Dok. Increasink

Memutuskan untuk membuang kata “computer” pada 2007, ‘Apple’ mengubah lanskap perusahaan dengan meluncurkan produk iPhone. Meski produk komputer dan laptop Apple Mac masih diminati, Apple Computer tetap pada keputusannya untuk rebranding menjadi ‘Apple Inc’. Hingga saat ini, ‘Apple Inc’ terus mendapatkan keuntungan berlipat berkat dari keberaniannya dalam melakukan perubahan.

4. Siapa sangka sebelum rebranding nama ‘Amazon’ adalah ‘Cadabra’? 

Dari Cadabra menjadi Amazon, terlihat berbeda jauh?
Dari Cadabra menjadi Amazon | Dok. Increasink

Jadi begini. Sebelum rebranding, nama ‘Amazon’ adalah ‘Cadabra’ atau kependekan dari ‘abracadabra’. Namun, penggunaan nama ini tidak berlangsung lama, disebabkan seorang customer menangkap ‘Cadabra’ sebagai perusahaan yang berafiliasi pada kejahatan. Karena tidak mau menimbulkan kesan negatif lebih lanjut, akhirnya Jeff Bezos memutuskan untuk mencari alternatif nama-nama pengganti. 

Dikutip dari buku “The Everything Store: Jeff Bezos and the Age of Amazon” buatan Brad Stone sebagaimana di laman India Today, Bezos dan MacKenzie, yang sekarang menjadi mantan istrinya, saling bertukar pikiran mengenai nama baru perusahaan. 

Dari diskusi tersebut, keduanya mencoba mendaftarkan beberapa nama domain perusahaan, seperti ‘Awake.com’, ‘Browse.com’, ‘Bookmall.com’, dan ‘Aard.com’. Sempat muncul pula nama ‘Relentless.com’, namun Bezos dan MacKenzie mengurungkan niat tersebut.

Barulah pada akhir Oktober 1994, Bezos memutuskan untuk menggunakan kata ‘Amazon’. Karena, menurutnya, menggunakan nama yang termasuk bagian ‘A’ buku kamus, dapat memudahkan mendapatkan berbagai ide segar nan baru. Pemakaian nama sungai terbesar di dunia juga merefleksikan ambisi besar beliau, yakni menjadikan perusahaannya sebagai layanan penjualan buku terdepan di dunia.

5. Berubahnya nama ‘Backrub’ menjadi ‘Google’

rebranding nama Google, ada urgensi filosofis yang mendalam
Dari BackRub jadi Google, terlihat perbedaannya? | Dok. Increasink

Mungkin banyak dari Anda mengira nama ‘Google’ sudah sedari awal seperti itu. Sayangnya, founder Google Larry Page dan Sergey Brin mengungkapkan bahwa nama awal mesin pencari mereka adalah ‘Backrub’.

Dikutip dari Yahoo Finance, nama ‘Backrub’ berasal dari analisis kedua founder Google terhadap backlink atau tautan balik situs web. Pada masa itu, penggunaan backlink diketahui membantu mesin pencari buatan Page dan Brin menemukan halaman web yang relevan. Geliat investor juga menunjukkan dukungan terhadap keputusan Page dan Brin. 

Namun, karena mempertimbangkan perkembangan indeksasi data secara pesat, akhirnya nama ‘Backrub’ diganti menjadi ‘google.com’ pada 15 September 1997. Selain itu, pemilihan kata ‘Google’ merupakan plesetan dari ‘Googol’ — dengan filosofi angka satu yang diikuti oleh 100 nol — yang relevan dengan pertimbangan tadi.

Keputusan sulit ini pun membawa berkah bagi Google. Dalam satu dekade, perusahaan ini berhasil menjadi mesin pencari raksasa di dunia, mengalahkan Yahoo, yang memang penggunaannya menurun seiring pergantian kepemimpinan dalam tubuh perusahaan. Adanya integrasi dengan Gmail, Yahoo, dan layanan cloud Google juga berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan ini.

6. ‘Tokyo Tsushin Kogyo’, nama pertama ‘Sony’ sepanjang ini?

Rebranding nama Sony
Rebranding nama Sony | Dok. Increasink

Anda boleh terkejut mendengar betapa panjangnya nama pertama perusahaan raksasa ‘Sony’. Penamaan ini bukan tanpa sebab, bahkan bisa dibilang sesuai dengan faktor historis perusahaan. 

Dikutip dari laman Yahoo Finance, sebuah bengkel radio didirikan di Jepang pada 1946 silam. Nah, bengkel radio tersebut bernama ‘Tokyo Tsushin Kogyo’. Menjadi pionir tape recorder di Negeri Matahari Terbit. 

Berselang dua belas tahun kemudian, tepatnya 1958, para founder perusahaan memutuskan untuk mengubah nama ‘Tokyo Tsushin Kogyo’ menjadi ‘Sony Corporation’. 

Selain karena faktor kesuksesan penjualan produk, rebranding nama ini ditujukan untuk membumikan nama brand. Lebih mudah dilafal, lebih mudah diingat. Sekaligus mengemas nilai-nilai inti perusahaan yakni “open-mindedness and freedom” secara apik. Dengan harapan produk memiliki daya tarik lebih di mata target audiens. 

Meski begitu, pembaruan nama ‘Sony Corporation’ menjadi ‘Sony Group Corp’ pada April 2021 mencerminkan ekspansi perusahaan ini ke bidang lain, seperti gim, film, dan musik. Secara tidak langsung memberitahukan target audiens bahwa mereka fokus pada hal-hal seputar elektronik.

7.Dari ‘Phoenix’, kemudian ‘Firebird’, hingga akhirnya menyandang nama ‘Firefox’

Contoh rebranding terakhir jatuh pada ‘Firefox’. Siapa sangka, browser fenomenal satu ini, sebelum memperbarui identitasnya memiliki logo burung yang menggelora bersama api?

Disitir dari laman CNet, awalnya brand open-source browser milik Mozilla memiliki nama asli ‘Phoenix’. Namun, karena kesulitan mendapatkan hak cipta atas merek, akhirnya nama diganti menjadi ‘Firebird’ — memiliki makna yang kurang lebih sama, burung abadi.

Berdasarkan pengakuan langsung pihak Mozilla di Archive Mozilla, perusahaan menentukan nama ‘Firebird’ menggunakan bantuan pengacara. Karena, saat itu, mereka kesulitan dalam menemukan nama yang cocok dan belum digunakan banyak perusahaan atau proyek lain. 

Namun sayangnya, rebranding nama ini tidak berjalan mulus. Pihak Mozilla mendapat perhatian dari kelompok lain bernama Firefox, meskipun yang satu mengelola database dan yang lain mengurusi browser

Karena tidak mau menimbulkan peperangan lebih lanjut dengan kelompok tersebut, akhirnya diputuskanlah penggantian nama brand menjadi ‘Firefox’. Meski pemilihan nama ‘Firefox’ sempat menuai masalah karena sebuah perusahaan Inggris telah memegang hak atas merek tersebut.

Ada sebuah fakta menarik dalam rebranding nama ‘Firebird’ menjadi ‘Firefox’, di mana ‘Firefox’ diketahui merupakan nama lain dari panda merah yang terancam punah. Oleh Mozilla, gambar mamalia tersebut dimasukkan ke dalam logo browser mereka. Hal ini dilakukan supaya target audiens lebih mudah mengingat brand, bersamaan dengan mudahnya pelafalan. 

Jadikan contoh rebranding nama brand besar sebagai inspirasi

Photo by Aamir Suhail on Unsplash

Beberapa contoh rebranding di atas telah membuktikan bagaimana penggantian nama brand dapat mendatangkan kesuksesan pada perusahaan. Meski sekilas terlihat ‘kecil’, namun ternyata rebranding perlu dilakukan secara hati-hati.

Jangan sampai, Anda melakukan rebranding nama atas dasar keinginan pribadi semata. Inti dari kegiatan branding adalah mengomunikasikan keinginan perusahaan kepada target audiens secara implisit. Dengan kata lain, titik berangkat rebranding harus berasal dari bagaimana respons target audiens terhadap nama brand.  

Apakah pilihan nama sudah digunakan brand lain? Apakah nama brand sulit diingat atau dieja? Apakah pemilihan nama tidak akan menimbulkan konflik lebih lanjut dengan perusahaan atau komunitas lain? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dipertimbangkan lebih lanjut oleh Anda selaku business owners.

Di samping itu, rebranding nama juga harus mempertimbangkan relevansinya dengan produk brand maupun perkembangan zaman. Jangan sampai keputusan sulit ini dilakukan secara impulsif, karena rebranding nama akan berpengaruh bagaimana perusahaan bergerak ke depannya.

Memang, jika dikutip dari laman blue kite, rebranding yang sukses harus melewati sejumlah tahapan, yang mana membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Tidak bisa langsung asal jadi.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi. Anda bisa memercayakan Increasink untuk soal rebranding! Kami telah berpengalaman selama 10 tahun dengan bisnis perorangan dan perusahaan. Konsultasikan langsung keluh kesahmu, dan saksikan sendiri perubahan atas brand Anda. 

Sumber: Archive Mozilla | bluekite | Business Chief | CNet | Dreambox | IGN | IgnyteIndia Today | The Economic Times | Tungsten | Yahoo Finance | Wusa9

Share:

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!