fbpx
logo increasink blog

4 Mitos Seputar Content Marketing

April 18, 2022

Hingga saat ini, content marketing atau pemasaran berbasis konten masih menjadi topik pembicaraan. Meski banyak perusahaan telah mengaku bahwa strategi ini membantu mendongkrak angka penjualan mereka, namun tidak sedikit juga yang menyangsikan keampuhan darinya. 

Padahal, ini bisa saja disebabkan dari ketidaktahuan perusahaan dalam menggunakan strategi content marketing secara tepat. Sehingga tingkat konversi penjualan pun menjadi sangat rendah.

Namun, mau bagaimana lagi. Kesalahpahaman ini — bersama masalah-masalah lainnya — sudah terlanjur tersebar luas, dan diyakini benar adanya. Orang-orang tidak tahu lagi mana yang fakta dan mana yang mitos. 

Sungguh, hal ini sangat disayangkan. Karena, selain membuat Anda tersesat, Anda juga kehilangan banyak kesempatan untuk mengembangkan bisnis Anda dengan keuntungan semaksimal mungkin namun cost seminimal mungkin.

Nah, melalui artikel ini, kami harap bisa membantu Anda menghindarkan dari mitos seputar content marketing yang menyesatkan bisnis Anda. Tak perlu berlama-lama lagi, langsung saja check it out!

Mitos content marketing pertama: strategi ini selesai begitu konten sudah diposting 

content marketing

Banyak orang berasumsi kalau strategi ini hanya menyangkut isi konten saja. Yang terpenting sudah ada unsur selling-nya atau search engine optimization (SEO) on page. Tanpa perlu memikirkan after dari upload konten.

Padahal, behaviour dari konten-konten lama bisa memberi Anda referensi content marketing di masa mendatang. Misal, Anda telah meng-upload tiga artikel blog untuk seminggu. Saat dilihat di Google Analytics, ternyata satu artikel bekerja lebih baik dari dua lainnya. Setelah ditelusuri, ternyata faktor posting di media sosial membantu artikel tersebut mendapatkan banyak traffics. Artikel tersebut juga diketahui lebih relevan dan kaya akan isi ketimbang dua artikel lainnya.

Baca Juga  Tidak Sulit, Ini 3 Cara Melihat Insight Instagram Anda!

Ini berarti — setelah Anda meng-upload artikel Anda, biasakanlah untuk memantau hasilnya secara berkala. Catat, apakah ada perbedaan antar konten dalam segi traffics atau lainnya, lalu cari tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Jadikan ini sebagai pembelajaran untuk mengoptimalkan konten Anda di masa mendatang.

Pasang iklan lebih kelihatan hasilnya ketimbang content marketing

content marketing

Memang sekilas pasang iklan dapat membantu perusahaan menghasilkan ROI yang tinggi ketimbang content marketing. Namun faktanya, iklan hanya bekerja secara efektif dalam waktu singkat. Beda halnya dengan content marketing: butuh bertatih-tatih di awal namun hasilnya bakal sangat memuaskan di masa depan.

Mitos content marketing berikutnya: hanya membahas seputar bisnis Anda

content marketing

Perlu Anda sadari bahwa tidak semua customer langsung mau mengambil tindakan membeli setelah melihat ads Anda. Biasanya, mereka akan melihat dulu seperti apa reputasi brand Anda di Google atau media sosial. 

Nah, tentu saja reputasi yang baik tidak dibangun dalam satu malam. Anda perlu mengeluarkan banyak waktu dan tenaga hingga akhirnya customer mau mempercayai bisnis Anda. 

Salah satu caranya adalah dengan rutin memposting konten SEO on page di Google atau media sosial. Untuk bisa muncul di halaman satu hasil mesin pencari, tentu saja konten berisikan pertanyaan dan keinginan dari customer Anda. Tidak hanya membahas seputar bisnis Anda. 

Semakin rutin memposting dan relevan konten Anda, maka akan semakin tinggi pula potensi situs web Anda untuk muncul di halaman satu hasil mesin pencari. Sehingga, di mata customer brand Anda dianggap reputable dan sangat meyakinkan.

Content marketing menghabiskan lebih banyak biaya ketimbang media cetak

content marketing

Salah kaprah ini muncul terutama di kalangan Business Owners yang hendak memesan jasa agency atau freelancer. Kebanyakan Business Owners menganggap kalau mau content marketing bagus, berarti harus mengeluarkan banyak biaya untuk kebutuhan cost jasa agency/freelancer, ads, tools, dsb. 

Baca Juga  Formula Sederhana "3C" dalam Membuat Konten Instagram

Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Memang sekilas memesan jasa dari agency/freelancer terlihat mengeluarkan banyak biaya di awal. Tapi, mengingat content marketing bersifat jangka panjang, maka keuntungannya untuk jangka panjang pun akan terus berlipat. Sehingga, seiring berjalannya waktu, cost Anda di awal akan semakin tertutupi dengan baik.

Dengan syarat Anda memesan jasa dari agency berpengalaman. Seperti Increasink, misalnya. Sudah berpengalaman dengan bisnis perorangan dan perusahaan selama 10 tahun, kami membuat artikel SEO yang sesuai dengan update tren SEO terkini. Sehingga dapat membantu situs web Anda untuk berkinerja sesuai algoritma Google sekarang.

Bisa dibayangkan ‘kan betapa hematnya content marketing ketimbang menggunakan media cetak?
Sumber: Lemonlight | Neil Patel | Single Grain

Share this article:

DOWNLOAD

E-book Gratis

Dapatkan berbagai e-book seputar Marketing, Branding, SEO, Social Media secara gratis.

Langganan Newsletter Increasink

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!

free e-book

Manfaatkan social media trend untuk menjangkau lebih banyak pelanggan melalui media sosial.