fbpx
logo increasink blog

4 Cara Membuat Artikel Soft Selling untuk Tingkatkan Penjualan Anda

July 12, 2022

Artikel soft selling merupakan strategi memasarkan produk atau meningkatkan brand awareness dengan menggunakan artikel.

Jadi, apakah cukup dengan membuat artikel?

Jelas saja tidak. Karena mau bagaimanapun, artikel dibuat dengan menyelaraskan antara brand identity dan tujuan dari artikel itu sendiri. Sehingga pesan tersiratnya bisa sampai kepada audiens potensial tanpa terasa sudah di-marketing.

Bagaimana cara kerja artikel soft selling?

Sederhananya, ada sebuah brand kesehatan ingin campaign diri mereka. Agar berjalan efektif, bukankah akan lebih baik jika campaign tidak terlihat secara terang-terangan?

Maka, dibuatlah artikel soft selling di mana isinya tidak secara gamblang menjelaskan seperti apa brand dan keunggulan produk Anda. Melainkan, menggiring pembaca untuk menyetujui apa-apa yang disampaikan.

Bagaimana cara membuat pembaca menyetujuinya?

Dengan cerita-cerita yang masuk akal, sudah menjadi permasalahan umum, dan bisa masuk ke dalam hati. Yang dirangkum semenarik dan juga serapi mungkin. Sehingga ketika membacanya, pembaca tidak sadar bahwa dirinya telah disihir untuk menyukai brand atau produk.

Beda halnya artikel hard selling. Artikel ini biasanya to the point dan terang-terangan dalam menawarkan brand atau produk-produknya. Supaya bisa menjangkau lebih banyak audiens, mempercepat closing, dan meningkatkan leads.

Tapi, tentu saja artikel soft selling harus dibuat sebagus mungkin. Karena kalau tidak, artikel akan terkesan ‘memaksa’ dan tidak ada bedanya dengan artikel hard selling. Pembaca kita sudah cukup jeli dalam membedakan dua macam artikel ini.

Mari intip cara membuat artikel soft selling untuk tingkatkan penjualan Anda!

Baca Juga  Cara Membuat Artikel Hard Selling + Strategi Menggunakannya

1. Tulisan mengalir dengan baik 

soft selling
Tulisan mengalir dengan baik │ Dok.Increasink

Biasanya, artikel soft selling menyematkan pesannya di pertengahan atau akhir tulisan. Meski tidak menutup kemungkinan di awal tulisan juga.

Dengan begitu, bukankah berarti kita harus membuat pembaca mau membaca sampai akhir?

Bagaimana cara mendorong pembaca untuk terus membaca sampai akhir?

Buatlah tulisan mengalir. Pembahasan antar paragraf tidak melompat-lompat, ada alurnya, dan terasa masuk akal. Dan pastikan kalimat tidak bertele-tele.

Sehingga nantinya, Anda tinggal memasukkan kalimat call to action (CTA) yang mengarahkan pembaca untuk mengikuti perintah Anda. Namun tetap konsisten dengan isi artikel.

2. Sisipkan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca

soft selling
Sisipkan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca │ Dok.Increasink

Seperti disinggung sebelumnya, artikel soft selling menyebar pesan tersiratnya ke paragraf-paragraf tertentu. Karena itu, tulisan soft selling Anda harus bersifat akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca.

Dengan demikian, ketika membaca tulisan soft selling tersebut, pembaca akan merasa tergugah dengan adanya asupan informasi yang menarik, sehingga nantinya mereka akan mengambil tindakan lebih lanjut tanpa merasa terpaksa.

3. Gunakan teknik copywriting

soft selling
Gunakan Teknik Copywriting │ Dok.Increasink

Mengingat artikel soft selling Anda ditujukan untuk meningkatkan penjualan, maka sudah seharusnya ada copywriting di dalamnya.

Seperti kita ketahui, copywriting adalah sebuah teknik penulisan di mana tulisan dibuat semenarik mungkin sehingga orang-orang mau langsung mengambil tindakan seperti yang kita inginkan.

Bagaimana cara membuat copywriting yang menarik?

Bahasanya sesuai dengan target audiens. Menggarisbawahi keuntungan yang dapat diperoleh, yang itu sesuai dengan pain mereka. Serta, ada kata perintah untuk langsung mengambil tindakan — karena kalau tidak mereka tidak bisa mendapatkan manfaatnya. 

Baca Juga  Panduan Membangun Strategi Content Marketing yang Kuat [PART II]

4. Tambahkan gambar yang ikonik menarik secara visual

soft selling
Tambahkan gambar yang ikonik menarik secara visual │ Dok.Increasink

Selain faktor search engine optimization (SEO) on page, menambahkan gambar ke artikel membuat orang-orang lebih betah dalam membacanya. Apalagi jika gambarnya ikonik, pembaca akan lebih mudah mengingatnya. 

Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah menyisipkan pesan soft selling, entah dijadikan sebagai tulisan pendukung ataupun dimasukkan ke dalam gambar itu sendiri.

Itulah beberapa cara membuat artikel soft selling. Pada intinya, artikel soft selling bisa meningkatkan penjualan Anda, asalkan dibuat dengan mengalir dan memerhatikan keterbacaannya.

Ingin membuat artikel soft selling untuk brand Anda? Serahkan saja pada Increasink! Kami sudah berpengalaman selama 10 tahun dengan bisnis perorangan dan perusahaan. Kami lebih dari kata siap untuk membantu brand Anda!

Share this article:

DOWNLOAD

E-book Gratis

Dapatkan berbagai e-book seputar Marketing, Branding, SEO, Social Media secara gratis.

Langganan Newsletter Increasink

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!

free e-book

Manfaatkan social media trend untuk menjangkau lebih banyak pelanggan melalui media sosial.

× Whatsapp Kami