3 Cara Mudah Membuat Tagline

April 9, 2022

Dalam membangun brand atau merek, membuat nama dan logo saja tidak cukup. Perlu adanya tagline yang menarik agar brand lebih mudah dikenali dan dicintai target audiens. Tapi, tenang saja. Sudah ada ulasan mengenai cara membuat tagline untuk membantu Anda!

Apa itu tagline?

Sebelum membahas cara membuat tagline, alangkah baiknya Anda mengetahui dulu apa itu tagline. Singkatnya, tagline ialah suatu kalimat pendek yang sengaja dibuat sesingkat, sepadat, dan semenarik mungkin agar bisa langsung mengingatkan audiens pada brand.

Dikutip dari laman Sumo, alasan mengapa tagline digunakan berkaitan erat dengan sebuah fenomena psikologis bernama mere-exposure effect atau efek paparan belaka. Lewat fenomena ini, target audiens akan langsung mengembangkan preferensi hanya dengan melihat suatu objek menarik seperti tagline.

Dengan begitu, sebagaimana dilansir dari laman Adoric, tagline akan membuat audiens merasa lebih dekat dengan brand Anda. Seiring berjalannya waktu, akan tumbuh rasa mempercayai dalam diri audiens, sehingga kredibilitas brand Anda pun bakal meningkat dengan sendirinya.

Tak hanya audiens, tagline juga memberi manfaat bagi internal perusahaan. Berkat tagline, karyawan Anda akan lebih semangat bekerja dan memberi kontribusi pada perusahaan. Ini secara langsung dan tidak langsung mengakselerasi kinerja tagline di berbagai ruang, sehingga mempercepat kesuksesan brand.

Apa perbedaan tagline dan slogan?

Tak sedikit dari Anda masih tertukar antara tagline dan slogan. Memang sekilas keduanya terlihat mirip, sama-sama berbentuk frasa penguat identitas brand. Definisi keduanya tidak terlalu jauh berbeda. Sama-sama mudah dieja dan diingat pula.

Andai Anda tahu, sebenarnya ada sejumlah perbedaan antara tagline dan slogan. Menurut Chris Do, salah seorang praktisi pemasaran Instagram terkemuka, setidaknya tagline dan slogan memiliki enam perbedaan sebagai berikut:

  1. Tagline digunakan untuk kebutuhan branding, sementara slogan untuk keperluan marketing.
  2. Tagline berlaku seumur hidup mengingat sifatnya yang mewakili brand, sedangkan slogan hanya dipakai untuk beberapa kali.
  3. Mengenai penjualan, tagline digunakan untuk ‘menjual brand’. Adapun slogan dipakai untuk menjual produk.
  4. Ternyata ada perbedaan jumlah kata antara tagline dan slogan. Jika tagline lebih singkat, biasanya kurang dari 7 kata. Maka, slogan agak lebih panjang, terdiri dari 9 – 10 kata.
  5. Ada penjelasan di balik beberapa poin sebelumnya. Alasan mengapa tagline fokus pada kebutuhan branding karena memang pembuatannya dilakukan oleh tim branding. Begitu pula slogan, pembuatannya dilakukan oleh tim marketing
  6. Walau masing-masing memiliki tujuan yang spesifik, ternyata tagline tidak bisa berevolusi menjadi slogan. Slogan, di sisi lain, dapat diubah menjadi tagline. Seperti misalnya, Nike dengan slogan “Color Your Air Max”, bisa diubah menjadi tagline dengan bunyi “Just do It”.

Tak sampai di situ, tagline dan slogan masih memiliki perbedaan dari segi waktu dan tipe pengembangan. Untuk waktu, pembuatan tagline diketahui berlangsung pada tahap awal, atau tepatnya saat perusahaan sedang merumuskan branding. Adapun slogan sendiri, pembuatannya disesuaikan dengan kampanye yang sedang berlangsung.

Nah, melalui lensa tipe pengembangan, Anda akan lebih mengetahui bedanya tagline dan slogan. Dilansir dari laman Ekrut, tagline memiliki sifat deskriptif, provokatif, imperatif, dan superlatif. Sedang slogan berorientasi pada informasi terkait produk, pengalaman menggunakan produk, kategori produk, dan konsumen.  

5 tipe tagline

Membuat tagline akan lebih mudah bilamana Anda mengetahui apa saja tipe tagline. Meski, secara umum semua tagline memiliki beberapa persamaan, yakni sama-sama catchy, pendek, mudah diingat, dan mendukung logo, namun untuk tipe tetaplah berbeda.

Meminjam pendapat Dain Walker, seorang brand strategist dengan jumlah pengikut 389K di Instagram, setidaknya tagline memiliki lima tipe. Pertama, ada tagline dengan tujuan memberitahukan value kepada audiens. Contohnya ada World Wide Fund for Nature (WWF) dengan tagline “For a living planet”. Di sini, WWF bermaksud menyampaikan misi besar mereka dalam menjaga lingkungan kepada audiens. 

Berikutnya ada tagline dengan menawarkan solusi atas suatu permasalahan. Contohnya ada FedEx dengan tagline “When there is no tomorrow”, yang jika diartikan — sesuai layanan kirim antar 24 jam dari perusahaan.

Ketiga, tagline dengan tujuan membagikan perasaan tertentu yang spesifik dengan audiens. Sebagai gambarannya, Anda dapat melihat Nike dengan tagline “Just do it”, di mana menunjukkan kontribusi mereka terhadap tumbuhnya rasa percaya diri dalam diri konsumen. Atau, McDonald dengan tagline “I’m loving it”, menunjukkan rasa cinta konsumen ketika mengonsumsi produk mereka.

Kemudian, tagline untuk menegaskan posisi perusahaan dalam industri mereka bergeliat. Seperti misalnya Amazon dengan tagline “Everything from A-Z”, menunjukkan betapa lengkapnya buku-buku yang mereka sediakan. Juga, tagline Mercedez-Benz yang berbunyi “The best or nothing”, sebagai bentuk klaim bahwa mobil-mobil keluaran mereka adalah yang terbaik.

Terakhir, tagline yang menawarkan janji kepada konsumen. Contohnya ada Lays dengan tagline “Betcha can’t eat just one”, di mana perusahaan menjanjikan rasa produknya yang enak kepada audiens. Ada pula tagline “A diamond is forever” milik De Beers, dengan maksud mengubah persepsi publik atas diamond sebagai harta benda yang mahal.

3 cara membuat tagline

Penjelasan mengenai 5 tipe tagline di atas bukanlah tanpa sebab, karena ternyata akan membantu Anda dalam membuat tagline, sebagaimana ditunjukkan dalam pemaparan 3 cara membuat tagline berikut:

Untuk poin nomor 3 sendiri ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan. Dilansir dari laman Inc, pastikan Anda membuat tagline sesimpel mungkin, hindari pemilihan kata yang tidak jelas, mengandung cerita, menjelaskan apa yang ditawarkan, dan menceritakan identitas brand secara tidak langsung.

Itulah beberapa cara membuat tagline yang dapat diterapkan dalam brand Anda. Sekilas memang terlihat mudah dilakukan. Namun, sekali lagi, Anda perlu memerhatikan beberapa hal dalam membuat tagline.

Ada Increasink yang siap membantu Anda dalam membuat tagline agar brand Anda makin mudah dikenali. Bermodalkan pengalaman selama 10 tahun dengan bisnis perorangan dan perusahaan. Konsultasikan saja langsung dengan kami, tagline Anda pun tercipta sesuai identitas dan arah gerak brand! 

Sumber: Adoric | Ekrut | High Income Source | Inc | Sumo

Share:

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda.
Berlangganan gratis sekarang!

By entering your email, you agree to our Terms of Service and Privacy Policy.

Anda mungkin suka

Mau meningkatkan Bisnismu di Dunia Digital?

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia branding dan digital langsung melalui email Anda. 

Berlangganan gratis sekarang!